PPDI DAN FORSEKDESI KENDAL DESAK POLISI USUT TUNTAS KASUS PERUSAKAN DI DESA PURWOSARI OLEH DEMONSTRAN

Ketua Forsekdesi Kabupaten Kendal Budi Ristanto,ST saat memberikan arahan pada para peserta aksi solidaritas.

Kendal, Delikjateng.com – Ratusan perangkat desa yang tergabung di dalam PPDI dan Forsekdesi Kendal desak polisi usut tuntas perusakan yang dilakukan oleh para demontrans terhadap fasilitas desa Purwosari beberapa bulan yang lalu.

Desakan juga disampaikan oleh Ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) dan Ronggolawe Kendal lewat ketuanya, Dwi Erry Wijayanto, Senin, 24/08/20, saat mereka melakukan Audiensi ke Polsek Sukorejo.

Mencuatnya kasus di Desa Purwosari berawal dari demonstrasi yang menuntut Sekdes Purwosari Ribut Sudiono mundur dari jabatannya karena diduga tersangkut beberapa kasus.

Meski semua kasus telah diselidiki Inspektorat Kendal dan tidak terbukti, pihak-pihak yang diduga kontra dengan Pemerintah Desa Purwosari tetap menggelar aksi demo menolak hasil penyelidikan inspektorat dan tetap menuntut Sekdes Purwosari mundur.

Sementara itu, Ketua Forsekdesi Kendal Budi Ristanto, ST menilai bahwa, tuntutan pendemo yang menghendaki Sekdes Purwosari mundur adalah sesuatu yang dipaksakan.

“Inspektorat sudah turun memeriksa dan hasilnya tidak terbukti, lalu kenapa masih ngotot seperti ini,” kata Budi.

“Selanjutnya kami mendukung Pihak keamanan/Polri utk bertindak tegas sesuai koridor hukum yang berlaku,” imbuh Budi.

Menurut Budi, tuntutan pendemo sesuatu yang tidak ada dasar hukumnya. Pasalnya, secara aturan aparat bisa mundur apabila memenuhi salah satu dari tiga aturan yang diterapkan yakni, meninggal dunia, mengundurkan diri dan sudah tidak mampu lagi melaksanakan tugasnya.

Di tempat yang sama, ketua PPDI Kendal, Khumaedi mengatakan, apa yang dilakukan rekan-rekannya ini sebagai bentuk pernyataan sikap apa yang dilakukan beberapa oknum warga desa Purwosari yang menekan sekdes disana untuk mundur dari jabatan, tanpa ada alasan yang kuat.

Aksi solidaritas PPDI Kabupaten Kendal untuk sekdes desa Purwosari.

“PPDI Kendal ikut berpartisipasi dalam aksi tidak menginginkan hal seperti penekanan kepada perangkat. Karena jika didiamkan, kejadian tersebut bisa saja menimpa pada diri kita,” jelas Chumaedi.

“Berdasarkan aduan dari ormas Ronggolawe kondisi di Purwosari sampai saat ini masih mencekam, ini perlu penegakan hukum,” ungkapnya.

Ketua Forsekdesi Sukorejo Rohmad menjelaskan, sejak adanya kasus tersebut, jika ada pihak pemdes yang ingin membantu atau membela Sekdes Purwosari selalu diancam oleh pihak yang kontra dengan pemdes dan membuat warga semakin ketakutan.

Dirinya menuturkan, hal-hal yang membuat Desa Purwosari mencekam salah satunya dengan ditempelnya gambar sekdes di sudut-sudut desa dengan tulisan “Dicari Orang Hilang”.

“Pihak yang memasang gambar sekdes mengancam kepada siapapun yang berani mencopot gambar yang dipasang dan ini semakin membuat warga ketakutan,,” terang rohmad.

Kapolsek Sukorejo, Iptu Surismanto mengatakan sudah menerima apa yang disampaikan oleh perwakilan. Yang intinya meminta agar pihaknya tegas dalam menangani masalah di desa Purwosari yang menurut perwakilan, ada perbuatan yang mengarah ke kriminal.

“Ya masalah ini ada indikasi yang mengarah kepada Konflik. Kami sudah diwanti-wanti pimpinan agar berhati-hati dan tidak tergesa menangani masalah seperti ini. Kami berharap masalah ini bisa terselesaikan dengan baik dan ada solusi,” jelas Kapolsek.( HAK)

Leave a Reply