PH Penggugat : Ragukan Tambahan Bukti Baru Tergugat

Kedua Pengacara sedang menyerahkan tambahan bukti baru

Kendal, delikjateng.com. Menjelang Pembacaan Kesimpulan gugatan Perdata atas sengketa peternakan di Desa Damarjati Sukorejo, antara Cong Handoko Cs Sebagai Penggugat melawan Cong Mulyadi Cs sebagai Tergugat telah berlangsung pada hari ini, Selasa, 20/08/19 di Pengadilan Negeri Kendal Jawa Tengah.

Majelis Hakim Yang di Ketuai Oleh Irlina SH.MH, Dengan Anggota Majelis Ari Gunawan SH.MH, Robby Alamsyah SH.MH dengan Panitera Pengganti Sukmawati melanjutkan Sidang dengan No.04/Pdt.G/2019 PN KDL segera memasuki Babak akhir, Selanjutnya Majelis Hakim memberikan Kesempatan Kepada Kedua PH untuk membacakan Kesimpulanya pada tanggal 27/09/19, Apabila pada tanggal tersebut ke dua belah pihak tidak membacakan Kesimpulanya, Maka Majelis Hakim berketetapan Akan membacakan Keputusanya Dua Minggu selanjutnya.

Dalam sidang kali ini ada hal yang sangat menarik, Yaitu dengan diserahkanya tambahan bukti baru dari PH Tergugat, Berupa selembar kertas dari Notaris yang berisi Pencabutan Surat Pernyataan yang di bikin pada tanggal 09 Agustus 2019 Oleh Notaris Rifky.

A. Dalhar SH.MH.

Terkait dengan hal tersebut, Usai sidang, delikjateng.com mengkonfirmasi tentang tambahan Bukti baru yang diserahkan pada Majelis Hakim dari PH Tergugat, Dengan tersenyum datar Dalhar, Pengacara Muda Yang Smart tersebut mengatakan bahwa, Tambahan Bukti yang diserahkan Oleh PH tergugat sama sekali tidak masuk akal dan janggal.

“Bagaimana mungkin dalam satu kertas, Seorang Notaris menulis tanggal yang berbeda, Diatas kertas tertulis tanggal 09/08/19 sedangkan di bawah tertera tanggal 10/08/19, Selanjutnya surat tersebut dikirim tanggal 19/08/19 Kepada Majelis Hakim yang menyidangkan lewat TiKi, Dan jam 13.30 WIB surat tambahan bukti itu sudah sampai di meja Majelis Hakim”, papar Dalhar.

Dalhar juga menambahkan tentang kejanggalan tambahan bukti baru berupa surat tersebut diantaranya bahwa pada surat yang terdahulu menggunakan kertas Kop Notaris sedang yang sekarang ini tidak menggunakan kertas Kop Notaris.

“Selaku PH saya melihat adanya keganjilan yang dipaksakan, dan permasalahan ini sungguh tidak relevan dan masuk akal, Bagaimana mungkin dalam satu surat dari Notaris terdapat dua tanggal yang berbeda dengan kertas yang berbeda pula”, terang Dalhar.

Adie Siswoyo SH.MH & Associats

Senada dengan Dalhar, Adie Siswoyo SH.MH. juga mengatakan hal yang sama.

“Surat yang dahulu di buat pada tanggal 12, terus tambahan bukti baru berupa surat yang diserahkan tadi Kepada Majelis Hakim itu di buat seolah-olah sebelum pembuatan surat yang dahulu, tanggalnya dibuat mundur, yaitu sebelum tanggal 12, ini kan lucu”, kata Adie

“Sebagai seorang Notaris tidak boleh bersikap plin plan”, Pungkas Pengacara senior itu.

A.Khozin.

Leave a Reply