Pesta Rakyat Pemalang Berakhir

Kesenian Asing dari Meksiko dan Argentina turut meriahkan Carnival Budaya

PEMALANG,delikjateng.com – Puncak peringatan Hari Jadi ke- 68 Provinsi Jawa Tengah yang menggunakan kosep pesta rakyat di Kabupaten Pemalang 18 – 20 Agustus 2018, berakhir Senen (20/8) sore. Penutupan ditandai Gebyar Parade Seni Budaya yang berlangsung meriah.

Mulai dari pertunjukan kesenian kebanggaan asli daerah masing-masing, juga arak-arakan semua budaya yang ada Jawa Tengah.

Menurut Bima, pemuda pembawa papan kontingen dari Solo kepada jurnalis delikjateng mengatakan, dia membawai 14 orang termasuk 5 orang Asing. Dua dari argentina tiga dari Meksiko, bersama Koordinator Fafa dan Akyong dari Solo, yang mengawal kesenian Asing Tarian asal Negara Meksiko dan nyanyian daerah asal Argentina.

Parade yang digelar dari Stadion Muktar hingga sepanjang Jalan A.Yani menuju Alun Alun Kabupaten Pemalang, dimulai Pukul 19:30 sampai selesai. Menampilkan aksi Seni Budaya Lokal kebanggaan daerah yang membawa seni khas dengan paduan produk hasil bumi.

Parade Seni Budaya

Puluhan pelaku maupun kelompok seni dan budaya unjuk kebolehan dengan menampilkan masing masing kesenian asli daerahnya. Terlihat Parade makin malam makin meriah dengan adanya arak-arakan Seni tarian berbagai Kabupaten/Kota seperti, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo Rembang, Pati, Jepara, Kudus, dan tidak ketinggalan pula Kabupaten Magelang yang mempromosikan paduan Seni dan Tembakaunya.

Ribuan masyarakat di Kabupaten Pemalang antusias menyaksikan parade budaya ini. Area panggung utama yang dipenuhi tamu undangan dengan disuguhkan satu persatu pagelaran Parade Gebyar Seni Budaya seluruh peserta. Sekitar Alun alun juga dipadati warga lokal, serta turis mancanegara juga antusias menyaksikan kekayaan seni asli Jawa Tengah itu.

Dinilai positif Dengan tujuan diadakannya Karya putra daerah Parade Seni Budaya ini selain merayakan hari jadi Jateng sekaligus untuk memperingati Hari Kemerdekaan agar dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat akan seni dan budaya asal daerahnya.
(rae kusnanto)

Leave a Reply