Persoalan Tes Seleksi Perangkat Desa Diminta Segera Dituntaskan

Ilustrasi tes perangkat desa
Ilustrasi tes perangkat desa

KENDAL,delikjateng.com – Tes penerimaan perangkat desa yang di selenggarakan dibeberapa sekolahan di Kabupaten Kendal, dinilai banyak kejanggalan dan keanehan. Sehingga tes yang di selenggarakan Minggu (17/12) menuai protes dari para peserta dan Kepala Desa.

Menurut Kepala Desa Purworejo, Kecamatan Ringin Arum, Ali ahmadi, dalam proses tes kemarin waktunya molor, seharusnya di laksanakan jam 08.00 tapi di laksanakan jam 12.00 siang. Saat ditanyakan ke LPMP selaku penyelenggara, karena masih menyiapkan soa.

” Trus saat saya coba menanyakan ke salah seorang dari TAPEM malah katanya soal belum ada sedang di siapkan. Kok rasanya sangat aneh sekali menurut saya,” ujarnya.

Selain itu juga ada lagi yang lebih aneh. Jumlah pesrta ada tigabelas orang, dalam pelaksanaannya para peserta mendapatkan soal yang berbeda. Setelah selesai yang keluar nilai hanya Empat peserta. Akhirnya di sepakati di lakukan tes ulang dari peserta Delapan peserta yang nilainya tidak muncul dan akhirnya hasil tes keluar, tapi ada satu pesrta yang tidak mengikuti Tes ulang tapi bisa melakukan tes susulan.

”Masak sudah ada tes ulang masih ada tes susulan kan saya merasa aneh, jika dia sudah tidak mengikuti tes ulang dan sudah tidak ada waktu lagi harusnya di diskualifikasi, tapi kok ini tidak,” tuturnya

Berdasarkan tatatertip seleksi yang di keluarkan LPMP tidak ada tambahan waktu dalam tes. Analoginya adalah ketika sudah ada tes ulang, maka tidak seharusnya ada tes susulan.

”Kalau seperti ini berarti penyelenggara yaitu LPMP melanggar tatib yang dibuatnya sendiri. Atas kejadian ini kami menyampaikan ke Paguyupan Kades Kendal untuk menindak lanjuti permasalahan ini kepada pihak berwenang. kami juga mendapatkan keluhan juga protes dari salah satu peserta atas mekanisme dan pelaksanaan tes penerimaan Perangkat Desa serentak ini.Atas keluhan dan protesnya lalu membuat surat resmi agar segera di tindak lanjuti oleh pemerintah setempat.

” Saya berharap segera ada tindakan khusus dari pemerintah setempat dan dari APH kendal, untuk menindaklanjuti permasalah yang ada. Agar bisa terselesaikan tanpa ada salah satu pihak yang merasa dirugikan atas kejadian ini,Karna saya yakin kejadian seperti ini tidak hanya di Desa saya di Desa lainnya pasti ada dan mungkin malah bisa lebih parah dari Desa saya,” pintanya.
(Novi)

Leave a Reply