Perbincangan Ganjar Pranowo dan Wartawan

Gubernur dan wartawan (foto hendri)
Gubernur dan wartawan (foto hendri)

PEKALONGAN, delikjateng.com – Ada hal menarik yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat meninjau jalan rusak di kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan.

Pada kunjungan kali ini, gubernur menyempatkan diri untuk makan siang bersama sejumlah awak media, di sebuah warung makan sederhana “mbak narti” di komplek’s Pemerintahan Kabupaten Pekalongan di Kajen.

” Wartawan itu kalau disuruh makan paling hebat. Ikut kegiatan sana sini,nggak ada capeknya, “ungkap Ganjar mengawali pembicaraanya.

Dia menyadari, beratnya tugas kadang membuat wartawan mengabaikan urusan kesehatannya sendiri. Maka dari itu ia mengingatkan para wartawan agar senantiasa menjaga kesehatan.

” Sejauh yang saya kenal wartawan, sangat jarang wartawan yang tidurnya teratur. Belum lagi kalu dikejar deadline di kantor. Iya nggak?”tuturnya.

” Makanya, njenengan harus jaga kesehatan mas. Apalagi kamu yang perutnya gede segitu,” ujar Ganjar sembari menunjuk salah seorang wartawan.

Pernyataan tersebut santai dan disambut gelak tawa para jurnalis yang bertugas di Kabupaten Pekalongan itu. Dalam waktu bersamaan, Bupati Pekalongan Aship Kholbihi menawarkan durian khas lowongan kepada gubernur jateng tersebut.

“pak ganjar suka durian?” tanya nuke, seorang wartawati radio.

” Suka, kalau nggak bayar,” sahut Ganjar, disusul tawa para wartawan. Meskipun cuaca hujan deras, suasana perbincangan menjadi cukup hangat dalam gazebo warung tersebut.

Sebelumnya, Ganjar Pranowo melakukan kunjungan ke kecamatan Kesesi , sebelum akhirnya mampir ke SMA 1 Bojong,dan dilanjutkan meninjau jalan rusak akibat dampak tol di Ketitang Kidul Bojong.

Gubernur Jawa Tengah mengakui aktivitas pembangunan jalan tol cukup merusak infrastruktur jalan. Namun,pihaknya sudah mendorong pelaksana agar dapat membenahi kerusakan infrastruktur jalan yang diakibatkan aktivitas mega proyek nasional tersebut.

” Memang pembangunan jalan tol lumayan merusak jalan,tapi mau bagaimana lagi,material juga tidak bisa dikirim lewat udara,”ujarnya.

Ganjar tak menampilkan bahwa dirinya banyak sekali mendapat keluhan terkait jalan rusak di kab.pekalongan. “Banyak keluhan yang masuk,setelah saya cek pihak PBTR (pemalang batang tol road) sudah mengantisipasi,”kata Ganjar.

Jalan rusak sepanjang 500 meter telah di cor sepanjang 50 meter di sisi timur jalan. Ganjar menyatakan,pembangunan tol memang merusak jalan di sekitarnya,terlebih yang dilalui kendaraan pengangkut material proyek.

Sebab itu, lanjut dia, selain mendorong pelaksana jalan tol untuk membenahi kerusakan jalan,Ganjar mengaku telah mengirimkan surat ke kementerian PU terkait pembangunan jalan.

(hendri alfarizi)

Leave a Reply