Penyelesaian Bondo Masjid Agung Kendal hadirkan BWI Pusat

Kendal-DJ. Ontran-ontran Bondo Masjid Agung Kendal yang aset tanahnya mencapai seluas 51 Hektare diselesaikan melalui Badan Wakaf Indonesia ( BWI) yang digelar di AULA Kementerian Agama Kabupaten Kendal berupa acara Audiensi Terbatas Pengelolaan Bondo Masjid Agung Kendal Selasa(17/3).

Hadir dalam acara tersebut sekretaris Badan Wakaf Indonesia(BWI) Sarmidi Kusna, Kepala Kemenag Kabupaten Kendal, Saerozi dan Plt Kepala Kemenag Jawa Tengah(Jateng) Ahyani, serta sejumlah pengurus takmir Masjid Agung Kendal.

Disela- sela acara tersebut, Sekretaris Badan Wakaf Indonesia(BWI) Sarmidi Kusna, mengatakan, pihaknya datang ke Kendal untuk menghadiri acara ini, atas laporan dari masyarakat Kendal beberapa bulan silam, yang mempermasalahkan kurang transparannya pengelolaan tanah wakaf atau bondo Masjid Agung Kendal.
“Dari hasil rapat tadi, kami melihat langsung persoalan yang ada. Sehingga perlu diperbaiki atau dirapatkan bareng- bareng. Karena di dalam pengelolaannya, memang terindikasi tidak tranparan sehingga kami meminta untuk dilakukan pergantian dan peremajaan,” kata Sekretaris Badan Wakaf Indonesia(BWI) Sarmidi Kusna.

Audiensi Terbatas Pengelolaan Bondo Masjid Agung Kendal

Pergantian pertama adalah dari pengelola wakaf (Nadzir) perorangan, menjadi badan hukum.
“Karena dahulu tanah wakaf tersebut adalah wewenangnya ada di BKM, badan hukumnya juga ada di BKM, dan kemakmuran masjid dibentuk oleh menteri agama, maka, agar pengelolaannya lebih transparan, semua urusan administrasi harus diserahkan ke BKM saja,”ujar Sarmidi Kusna.

Menurut Kusna, sebenarnya dari BWI inginnya seluruh tanah wakaf itu dikelola oleh BWI, karena potensi konfliknya lebih kecil dan apalgi tanah wakaf ini juga milik pemerintah.
“Nanti biar yang mengelola Badan Kemakmuran Masjid Agung Kendal saja. Ini lebih baik dan kedepannya juga akan lebih baik,”tegas Sarmidi Kusna.

Kepala Kemenag Kabupaten Kendal, Saerozi, mengatakan bahwa, pihaknya akan segera merestrukturisasi kepengurusan Badan Wakaf Kendal termasuk anggota takmir Masjid Agung Kendal setelah dilakukan aduditing kepengurusan.”Kami akan libatkan para tokoh kyai, ulama dan masyarakat yang mempunyai potensi di Kendal untuk melakukan auditing baik secara internal maupun eksternal,’kata Kepala Kemenag Kabupaten Kendal, Saerozi.

Meski demikian, Saerozi tidak akan serta merta mengganti semua pengurus takmir Masjid Agung Kendal, namun akan memilihnya lagi jika pengurus lama masih bisa dipertahankan. Sementara itu Ketua Pimpinan Cabang Nahlatul Ulama (PCNU) Kendal, KH Danial Royan menyetujui adanya pergantian Nadhir Wakaf menjadi Badan Hukum, termasuk pembaharuan Takmirnya.

(TIM)

Leave a Reply