PEMKOT PEKALONGAN GANDENG KOMUNITAS SEDULUR BALON WUJUDKAN ZERO PENERBANGAN BALON UDARA LIAR

Foto bersama Walikota Pekalongan dengan komunitas sedulur balon usai sosialisasi

Pekalongan – Delik Jateng.com – Pemerintah Kota Pekalongan menegaskan kepada seluruh masyarakat Kota Pekalongan untuk tidak menerbangkan udara secara liar dalam Perayaan tradisi Syawalan atau seminggu setelah Lebaran Idul Fitri 1442 H/2021 mendatang. Larangan tersebut juga telah diterbitkan melalui Surat Edaran (SE) Walikota  diterbitkan 443.1/206 tentang Larangan Penerbangan Balon Udara di Masa Pandemi Covid-19. Mengingat, pandemi Covid-19 belum kunjung mereda.

Langkah lain juga ditempuh Pemerintah Kota Pekalongan untuk mewujudkan zero penerbangan balon liar yakni dengan menggandeng Komunitas Sedulur Balon Pekalongan dan Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav) Indonesia.

Walikota Pekalongan,HA Afzan Arslan Djunaid,SE mengungkapkan bahwa di tengah pandemi, meski volume lalu lintas udara saat ini memang jauh berkurang, namun hal ini tidak menjadikan alasan bahwa balon liar ini bisa diterbangkan secara bebas.

“Alhamdulillah pada sore hari ini kami melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus pengukuhan Pengurus Sedulur Balon, harapannya tetap seperti tahun sebelumnya bahwa kita ingin menekan kalau bisa sampai zero penerbangan balon liar di Kota Pekalongan. Pada tahun 2021 ini masih di tengah pandemi Covid-19, volume lalu lintas udara ini memang jauh berkurang, namun tidak menjadikan alasan bahwa balon liar ini bisa terbang bebas,” jelas Aaf, sapaan akrabnya, usai menghadiri kegiatan Sosialisasi Larangan Balon Tradisional 2021 dan Buka Bersama dengan Arnav Indonesia, Direktorat Jendral Perhubungan Udara, Direktorat Navigasi Penerbangan dan Otoritas Bandar Udara Wilayah III Serta Komunitas Sedulur Balon Pekalongan, di Ruang Amarta, Minggu (3/4/2021)

Menurut Aaf, pada tahun 2021 ini Pemkot bersama petugas gabungan TNI, POLRI akan menindak tegas warga yang ketahuan menerbangkan balon liar dengan menyiapkan sanksi tegas bagi warga yang masih menerbangkan balon udara secara liar mulai dari sanksi pembinaan hingga sanksi pidana paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp500 juta. Sebab, penerbangan balon liar ini sangat membahayakan jalur penerbangan dan orang lain. Selain penerbangan balon liar, lanjut Aaf, Pemkot juga melarang kegiatan Festival Lopis Raksasa, Petasan, kegiatan Halal Bihalal secara besar-besaran yang dapat menimbulkan kerumunan massa.

( Istiadi / Eddy. S)

Leave a Reply