OPERASI CIPTA KONDISI DI KOTA PEKALONGAN MENANGKAP KUNTILANAK DI SIANG HARI

Kuntilanak yang terjaring operasi Cipta Kondisi di Kota Pekalongan

Kota Pekalongan – Delik Jateng.com – Dua pengamen berpakaian seperti hantu kuntilanak dijaring Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam operasi cipta kondisi (cipkon) jelang bulan Ramadan.

Keduanya kena razia saat meminta-minta di jalan pantura, Kawasan Setono, Kota Pekalongan.
Jelang bulan Ramadan ini, Satpol PP Kota Pekalongan memang mengintensifkan operasi cipta kondisi untuk menciptakan situasi yang kondusif dan keamanan ketertiban masyarakat.

Hal ini diungkapkan Kepala Satpol PP Kota Pekalongan , Dr Sri Budi Santoso MSi saat dihubungi media Delik Jateng melalui telepon, Selasa (23/3/2021). Sri Budi menyampaikan kegiatan operasi cipta kondisi ini sinergi dengan Kepolisian, Dinas Kesehatan, TNI, dan Dinsos P2KB melalui RPSBM. “Jika menemukan gangguan ketenteraman, bisa menghubungi nomor cepat kami (0285) 421 815 yang siaga 24 jam,” tandas Sri Budi Santoso.

Ditambahkan oleh AKP Sumadi, selaku Kasat Bimas Polres Pekalongan Kota, bahwa operasi ini bertujuan untuk mengantisipasi melonjaknya penyakit masyarakat menjelang bulan Ramadan.
“Razia serupa akan terus digelar di seluruh kawasan Kota Pekalongan. Mengingat masih pandemi Covid-19, operasi tetap menekankan penerapan protokol kesehatan,“ terang AKP Sumadi.

Disebutkan AKP Sumadi, Operasi Cipta Kondisi ini berbarengan dengan Operasi Bina Kusuma. Sasaran lainnya adalah prostitusi, panti pijat dan tempat hiburan. Termasuk orang-orang yang minta di jalanan dengan membawa kotak amal.

“Mereka yang terjaring razia, selanjutnya diberi pembinaan dan diserahkan ke RPSBM di Kuripan, Kota Pekalongan,” pungkas AKP Sumadi.

(Istiadi / Eddy. S)

Leave a Reply