NGOPI BARENG : H. PRAPTO UTONO S.Sos.SH.

Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Kendal

Kendal, delikjateng.com. Berdiskusi dan adu gagasan sambil ngopi dengan tokoh yang satu ini, Waktu terasa berputar dua kali lipat cepatnya, gayanya yang santai dan bahasanya yang lugas membuat lawan diskusinya sering tercengan-cengang untuk mengikuti rangkaian dan makna yang terkandung dalam setiap kalimatnya.

Apalagi kalau yang dibicarakan tentang Kendal masa depan, semua data bisa disampaikan dengan validnya, Penguasaan materi yang sangat akurat tentang Kendal menjadikanya dia layak untuk maju dalam Kontestasi Pilkada Kendal 2020.

Dialah H.Prapto Utono S.Sos, SH Kepala Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Kendal Periode 2018-2023.

Mantan Ketua DPRD II Kendal ini mengungkapkan rasa syukurnya selama 5 tahun memimpin DPRD bisa berjalan dengan kondusif, tidak ada gejolak maupun riak-riak yang muncul selama menjabat.

“Kuncinya karena saya berpegang teguh kepada regulasi yang ada yaitu UU No.23 Tentang Pemerintah Daerah pasal 57 tahun 2014 yang berbunyi Bahwa Kepala Daerah dan DPRD adalah penyelenggara Pemerintah di bantu oleh Perangkat Daerah”. Ujar Mantan Anggota DPRD empat kali ini.

“Selama 20 tahun saya menjadi anggota DPRD konsep dan gagasan saya sudah masuk semua di RPJMD yang sudah di syah kan kemaren antara DPRD dan Bupati, itu artinya rangkaian rencana kerja dari ke duanya sudah masuk dalam regulasi.
Karena di dalam UU itu, bahwa setelah calon terpilih maka Visi Misinya itu harus dijabarkan lewat RPJMD”, imbuhnya.

Disela-sela diskusi delikjateng.com berusaha untuk menggali materi lebih luas lagi dengan menanyakan kenapa di awal Kepemimpinan Bupati yang sekarang ada Tagline Kendal Manis Bersatu, Tagline Kendal beribadat.?

“Hasil akhir dari target RPJMD taglinenya adalah Kendal Permata Pantura, Yaitu Kendal yang maju, Mandiri dan Sejahtera, Dan hari ini tahun 2019 dengan Tagline Kendal Mandiri, Dengan memfokuskan kegiatanya pada Pembangunan Sumber daya Manusia, Termasuk pengurangan Kemiskinan dan pengangguran “, papar anggota DPRD yang terkenal bersih ini.

“Persoalan ini yang jadi masalah, Bagaimana mungkin kita akan menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran apabila kita tidak punya data.
Hari ini masih ada 35 ribu rumah tidak layak huni, Hari ini masih ada 32 rb orang yang tidak punya WC.”, papar nya

Lalu kenapa di tahun 2019 Taglinenya Kendal Mandiri yang targetnya adalah penurunan kemiskinan dan pengangguran dengan “Njagak.e” KIK, Apa Pemda tidak punya program lainya untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengngguran, Sedangkan hadirnya KIK yang sudah 8 tahun tidak mengubah apapun, Apalagi mengurangi angka pengangguran yang masih di angka 34 rb, kejar delikjateng.

“8 tahun KIK di Kendal, harapan saya bisa tumbuh, Sehingga bisa menyerap pengangguran kita, Ternyata KIK tumbuh tidak sesuai dengan harapan, Sampai hari ini baru 4 perusahaan yang beroprasi”, Sesal H. Tono biasa dia dipanggil.

Berati target RPJMD di tahun 2019 gagal ya pak, Karena angka pengangguran dan kemiskinan masih utuh, Kejar delikjateng lagi.

“Iya memang tidak tercapai, Karena KIK tidak melaju dengan cepat”, keluhnya

A.Khozin.

Leave a Reply