LANJUT USIA KOTA PEKALONGAN MENJALANI VAKSINASI COVID-19

Walikota Pekalongan memberikan sambutan dan memotivasi warga yang menjalani suntik vaksin di depan Museum Batik

Pekalongan, Delik Jateng.com – Wali Kota Pekalongan H.A Afzan Arslan Djunaid, SE didampingi Ketua TP PKK Kota Pekalongan Hj. Inggit Soraya, S.Sn dan Wakil Ketua TP PKK Kota Pekalongan Hj. Istiqomah, AMK meninjau kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi lansia di Kota Pekalongan selama 2 hari kedepan di depan Museum Batik Pekalongan mulai Jum’at (23/04).

Kegiatan ini guna menurunkan jumlah penderita serta meningkatkan penyebaran vaksin COVID-19.
“Kegiatan ini mendapat antusias dari masyarakat khususnya bagi lansia di Kota Pekalongan, Untuk target vaksinasi Covid -19 di Kota Pekalongan sebanyak 19 ribu jiwa dan baru terealisasi sebanyak 5 ribu jiwa”. Ungkap Aaf.
Pelaksanaan vaksinasi ini juga untuk memberikan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan agar tidak tertular Covid-19 dan pelaksanaan ini juga untuk menurunkan angka resiko tertularnya virus tersebut
Ini masih 5.500, jauh dari target, kami aktif sosialisasi di sosial media. Malam ini dan besok malam kami gelar vaksinasi khusus lansia yang ditargetkan 150 orang tiap malam,” terang Wali Kota Aaf
“Program pemberian vaksin ini diharapkan menurunkan jumlah pasien Covid-19 dimana hingga April ini Kota Pekalongan menjadi daerah uang paling rendah tingkat penyebaran Covid-19.” Pungkas Aaf.
Dari data Dinas Kesehatan Kota Pekalongan selama pandemi ini sudah ada 600 orang yang dirawar dirumah sakit.

Aaf ingin masyarakat Kota Pekalongan tak takut atau ragu untuk divaksin, mereka bisa melihat bagaimana vaksin baik untuk lansia. “Yang terpenting tracking penyakit yang diderita. Jika tak ada penyakit bawaan Insha Allah semua aman. Vaksin lansia ini akan menjawab keraguan masyarakat,

Aaf menyebutkan jumlah kasus Covid-19 di Kota Pekalongan saat ini ada 20 yang dirawat di rumah sakit. Tren ini menurun namun jangan dikatakan Kota Pekalongan sudah aman.

“Vaksin memang sudah dilakukan tetapi protokol kesehatan harus tetap diterapkan. Melihat fenomena di Kota Pekalongan, minggu kedua bulan Ramadan biasanya jumlah jemaah tarawih semakin berkurang, warga berbondong-bondong belanja baju lebaran. Mari kita tingkatkan ibadah kita, tahun lalu kita sudah batasi dan tak ada ibadah tarawih di masjid/mushola, tahun ini ada jadi manfaatkanlah,” ajak Aaf.
Seorang lansia dari Sapuro, mengaku mendapat informasi adanya vaksin lansia dari berita di handphone. “Saya ingin divaksin agar terhindar dari Covid-19,” katanya, usai divaksin ternyata tak merasakan apapun, hanya sedikit nyeri bekas suntikan, dan menurutnya wajar.

(Istiadi/Eddy. S)

Leave a Reply