Kunci Sekolah Ditahan Kontraktor, Murid Belajar Lesehan

Murid belajar sambil lesehan

KENDAL, delikjateng.com – Proses penbelajaran di SDN 02 Protomulyo, Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal terganggu. Para murid belajar sambil lesehan diatas karpet lusuh, karena tidak ada fasilitas apapun yang tersedia di ruangan itu.

“Padahal dua bulan lagi anak-anak akan ujian, jelas mereka sangat terganggu, tidak konsentrasi belajarnya”, ujar seorang guru, Yuni dengan sedih.

Awal terjadinya permasalahan karena sekolahan tersebut terkena pembebasan jalan tol Semarang – Batang. Akibatkan anak-anak harus di ungsikan terlrbih dahulu ke sekolahan yang ada sambil menunggu pengganti sekolahanya selesai di bangun.

Sambil menunggu selesainya pembangunan gedung sekolah baru yang berlokasi di sebelah timur SMAN 1 Kaliwungu oleh PT Waskita Karya atau PT Jasa Marga Semarang Batang (PT JSB) Cabang Semarang, sejak tahun 2017 seluruh proses belajar mengajar dipindahkan di gedung milik Madrasah Diniyah yang ada di komplek masjid Desa Protomulyo.

Gedung baru pengganti SDN 2 Protomulyo, pembangunannya sudah rampung seluruhnya dan siap untuk ditempati. Namun hingga saat ini gedung tersebut belum juga diserahkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal atau kepada pihak yang berwenang.

Jurnalis Delikjateng.com Selasa, (26/2), menemui Kepala Sekolah SDN 2 Protomulyo Temu Rahayu S.Pd. Dia mengatakan sejak gedung sekolahnya digusur, seluruh aktifitas belajar mengajar dan administrasi sekolah terpaksa harus dilakukan di gedung Madrasah Diniyah Desa Protomulyo.

Sementara ruang kelas Madrasah Diniyah Desa Protomulyo tersebut tidak memiliki fasiltas meja dan kursi belajar sehingga anak-anak yang belajar terpaksa harus ” Sambil tiduran”.

“Walaupun proses belajar dengan lesehan, kami selalu berusaha sebaik mungkin agar anak-anak tetap bisa belajar, apalagi sebentar lagi mereka akan ujian”, keluh ibu kepala sekolah.

Yayuk melanjutkan, walaupun gedung sekolah yang baru sudah jadi dan berdiri dengan megahnya, namun belum bisa untuk di tempati. “Kunci gerbang maupun kunci ruangan kelasnya masih di pegang kontraktornya”, terangnya.

Ketika ditanya apa sebabnya, Yayuk menjawab bahwa dia tidak tahu persis apa penyebabnya. “Ketika kami berusaha untuk mencari tahu ke pihak-pihak terkait tentang apa yang menjadi penyebab mengapa kami belum bisa menempati gedung sekolah yang baru, jawaban yang kami peroleh malah membuat kami semakin bingung dan resah. “, papar Yayuk.

Untuk memastikan kapan gedung sekolah yang baru tersebut bisa segera ditempati, pada tanggal 20 Pebruari 2019, kami menghubungi pihak-pihak terkait, bahkan pihak sekolah sudah melayangkan surat kepada Manajemen PT Jasa Marga Semarang Batang Cabang Semarang, akan tetapi sampai dengan Senin 26 Pebruari 2019, belum mendapatkan balasan.

Menurut Yayuk, pihak sekolah juga akan segera mengirimkan surat kepada Bupati Kendal untuk bisa membantu mempercepat penyerahan gedung sekolah yang baru, agar proses belajar mengajar bisa kembali normal seperti sediakala.

” Sesuai dengan kalender pendidikan, pada bulan Maret-Mei 2019 akan ada kegiatan ujian akhir semester untuk murid kelas I-V dan ujian nasional untuk murid kelas VI. Bulan Maret 2019 adalah batas akhir kita bisa menempati gedung Madrasah Diniyah ini “, pungkas Yayuk.

(A.Khozin)

Leave a Reply