Kuasa Hukum Menilai Kasus Pengroyokan di Desa Sendang Sikucing Banyak Kejanggalan

Suasana sidang di PN Kendal (foto novi)
Suasana sidang di PN Kendal (foto novi)

KENDAL, delikjateng.com – YLBH Putra Nusantara Kendal yang di tunjuk sebagai Kuasa Hukum Empat warga Desa Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari ini dirasakan banyak kejanggalan. Mereka menilai banyak keanehan dalam BAP, dan proses penangkapan juga kemunculan bukti visumnya.

Seperti dikatakan salah satu Kuasa Hukum Saroji,S.H. Dia mengatakan dalam kasus yang di alami kliennya banyak kejanggalan dan keanehan karena di dalam proses dan di dalam BAP ditemukan banyak sekali yang aneh. Dari mulai proses yang tanpa ada pemberitahuan kepada pihak keluarga saat melakukan penangkapan dan penahan, sehingga pihak keluarga merasa kehilangan.

” Visum juga meragukan, bahkan kronologi yang tadi di bacakan oleh Jaksa kami juga merasakan itu tidak benar,kami merasa itu tidak sesuai fakta dan mereka mengada ngada, karena kami pernah bertanya kepada salah satu klien kami, apakah benar kronologinya seperti itu dan klien saya menjawab tidak benar. Saya sudah critakan semua kronologinya tapi penyidik malah menyuruh saya untuk menandatanginya kalau tidak di tanda tangani malah kasus nanti,Kan berarti di paksa klien saya dalam menandatangi BAP itu.Dan nanti saya akan sampaikan di persidangan berikutnya dengan penemuan saya itu,” ujarnya

Sementara tersangka Yulianto (37) saat di konfirmasi jurnalis delikjateng.com mengatakan, semua tuntutan dan tuduhan kepadanya tidak benar. Karna pada saat itu dia mengaku hanya joget di panggung dan nyawer di panggung tidak ada yang joget di bawah.

” Kalau masalah kronologi yang di bacakan Jaksa itu tidak benar semua. Saya berani sumpah,” ujarnya

Sementara itu dukungan dari warga Desa Sendang Sikucing cukup banyak seperti yang di katakan Kunarto salah satu warga Desa Sendang sikucing. ” kita akan selalu suport dan memberikan dukungan dengan ke empat kawan saya itu, bahkan ketika hukum ini tidak sesuai kami akan melakukan aksi dan berorasi untuk menuntut keadilan bagi masyarakat kecil seperti kami,Ini saja maa baru sidang pertama bisa di bilang sudah satu desa kesini sekalian ingin menyaksikan proses persidangan itu seperti apa, dan kami berharap penegak hukum Kendal agar bisa bertindak adil,” tuturnya

(Novi)

Leave a Reply