Komisi C Temukan Proyek ”Molor” di Dua Sekolah Dasar

proyek pembangunan sekolah dasar
proyek pembangunan sekolah dasar

PEKALONGAN, delikjateng.com -Komisi C DPRD Pekalongan menemukan sejumlah Sekolah Dasar di Kota Pekalongan dianggap tidak serius menyelesaikan proyek fisik. Setidaknya terjadi di SD I Podosugih Pekalongan Barat dan SD Degayu Pekalongan timur.

Tim Komisi C yang melakukan kunjungan mendadak diantaranya H.Jaka Martana (Ketua komisi), Nusron Sag anggota komisi, Novi anggota Komisi

Menurut Ketua Komisi C, H Jaka Martana menjelaskan, pekerjaan proyek di dua sekolah SD tersebut ada kekurangan dalam mengerjakan proyek. ” Terlalu bertele lele, dan mengabaikan waktu,” katanya.

Dimungkinkan akan terjadi keterlamabat waktu selesai. Maka ketua komisi C memberi waktu tgl 15 Desember harus sudah selesai seratus persen.

” Kami tidak mau tau, pokok 15 Desember tidak selesai, kami tidak akan mempercayakan lagi memberi pekerjaan proyek yang kerjanya bertele tele, tidak menghargai waktu yang telah ditulis bentuk perjanjian waktu selesai,” tambahnya.

Sementara itu Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan, Herman diruang kerjanya membenarkan ada dua sekolah di Kota Pekalongan yang diperkirakan akan terjadi keterlambatan menyelesaikan proyek dari dana swakelola, yang telah ditentukan sesuai dengan perjanjian waktu.

” Tampaknya terjadi kemoloran waktu. Yaitu SD I Podosugih Pekalongan Barat dengan SD Degayu Pekalongan Timur,” katanya.

Kejaksaan diberi kewenangan sebagai pengawas proyek yang ada diwilayah hukum Kota Pekalongan. Siapa saja yang menggunakan anggaran dari uang negara dan rakyat, kejaksaan estra ketat dalam tugas pengawas, walaupun kekurangan personil dan tidak memiliki tenga ahli dibidang tehnik.

Namun sebagai tugas negara tidak ada kata tidak bisa dalam mengemban tugas untuk mengawasi pembangunan proyek yang sedang dikerjakan sesuai dengan standarisasi pembangunan dengan yang ada digambar.

Tetapi tidak ditemukan bentuk penyimpangan tentang penggunaan matrial. ” Kami lihat tidak mengurangi bahan baku seperti besi, sesuai menggunakan besi 16 diameter dan termasuk yang lainnya.Jadi tidak ditemukan penyimpangan melanggaran secara hukum,” tambahnya.

Namun yang menimbulkan hitungan kami proyek yang sedang dikerjakan di SD I Podosugih Pekalongan Barat dan SD Degayu Pekalongan timu akan terjadi molor waktu yang tidak tepat waktu. Hal tentang akan terjadi proyek molor.

Kejaksaan memanggil DPRD Komisi C untuk menindaklanjuti untuk mempercepat proyek pembangunan diberi ketegasan kepada rekanan mengerjakan nya. Karena tidak ditemukan adanya pelanggaran hukum.

Kewenangan selanjutnya ada di Pemerintah Kota Pekalongan dan DPRD sebagai fungsi kontrol di wilayah kewenangannya sendiri.

(tasurun)

Leave a Reply