KETUA PGRI KENDAL : BEST PRACTICE ADALAH UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH

PGRI Kabupaten Kendal saat menggelar Forum Discussian Group

Kendal, delikjateng.com. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kendal, menggelar Forum Group Discussion (FGD), mengambil tema Penilaian Best Practice, yang dilaksanakan di Gedung PGRI Kendal, Sabtu (2/1/2020).

Kepala Diknas Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi

Acara yang dipimpin oleh Ketua PGRI Kendal, Supoyo, dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi, dengan pemateri dari Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (LPPKSPS) Surakarta, Dian Fajarwati, serta diikuti 43 kepala Sekolah Dasar se Kabupaten Kendal.

Dalam pemaparanya, Pemateri dari LPPKSPS, Doktor Dian Fajarwati menyampaikan, dalam hal penyusunan, harus bisa menggambarkan data/fakta sebelum dan sesudah pelaksanaan Best Practice yang menunjukkan capaian yang signifikan, juga disampaian alasan pelaksanaan Best Practice sesuai permasalahan.

“Salah satu kewajiban peserta Uji Kompetensi Kepala Sekolah adalah membuat Best Practice hasil karya dan pengalaman pribadi, yang sesuai dengan ketentuan dan tata cara unggah laporan Best Practice Kepala Sekolah,” jelasnya.

Menurut Dian, dalam penyusunan Best Pratice yang perlu diperhatikan bagian pertama dari Best Practice kepala sekolah adalah Bagian awal.

“Bagian ini terdiri atas, halaman judul, halaman pernyataan keaslian naskah yang ditandatangani dan berisi materai enam ribu rupiah, halaman lembar persetujuan dari atasan langsung dan/atau pejabat terkait, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran,” paparnya

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengapresiasi kegiatan FGD yang dilaksanakan oleh PGRI Kendal.

Menurutnya, hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2018, tentang Penugasan Kepala Sekolah pada Satuan Pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah.

“Termasuk di daerah khusus, dilaksanakan dengan periodisasi atau kurun waktu satu periode empat tahun,” kata Wahyu.

Ketua PGRI Kabupaten Kendal, Supoyo SPd.MSi.

Ketua PGRI Kendal, Supoyo mengatakan, Best Practice Kepala Sekolah merupakan praktik terbaik yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensinya sebagai Kepala Sekolah.

Menurutnya, uji kompetensi dilaksanakan empat kali dalam setahun. Kepala sekolah harus bisa mengikuti uji kompetensi satu kali.

“Setelah menyelesaikan periode pertama, kepala sekolah dapat diperpanjang penugasannya, paling banyak tiga kali masa periode atau paling banyak 12 tahun. Kepala sekolah yang telah menyelesaikan masa tugas selama tiga periode, dapat kembali ditugaskan untuk periode keempat setelah melalui uji kompetensi,” terang Supoyo.

Dijelaskan, Best Practice ini bisa berupa upaya peningkatan dalam supervisi akademik, kepemimpinan pembelajaran dan kewirausahaan, penelitian tindakan sekolah dan pengembangan, manajemen berbasis sekolah dan dimensi sosial, serta meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran.

Jadi secara umum, Best Practice adalah sebuah karya tulis yang menceritakan pengalaman terbaik dalam menyelesaikan sebuah permasalahan yang dihadapi oleh pendidik dan tenaga kependidikan sehingga mampu memperbaiki mutu layanan pendidikan dan pembelajaran.

“Jadi ini sebagai bahan penyusunan deskriptif. Nanti, dalam membuat Best Practice, kita harus mempehatikan sistematika penulisan. Selain itu, Best Practice memuat bagian awal, bagian isi, daftar pustaka dan lampiran,” ungkap Ketua PGRI Kendal.

Acara yang digelar di Aula Gedung PGRI Kendal di Desa Purwokerto Kecamatan Patebon tersebut juga dihadiri Wakil Ketua PGRI Kendal, Supardi dan segenap jajaran Pengurus.

(A.Khozin)

Leave a Reply