Ketua LSM Satria Kecewa, Tuntutan Terdakwa Sri Purwanti 10 bulan

KENDAL,delikjateng.com. -Ketua LSM Satria Kendal, April Rudianto mengaku kecewa atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), terhadap terdakwa Sri Purwanti. Terdakwa yang diduga melakukan penipuan serta pemalsuan dokumen hanya dituntut 10 bulan dalam sidang Pengadilan Negeri Kendal.

Kekecewaan itu muncul karena LSM Satria selama ini telah mendampingi korban penipuan bernama Ny.Aisyah.

Menurut April, kasus dugaan penipuan dan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan oknum pengacara Sri Purwanti, yang sekarang disidangkan di pengadilan negeri Kendal, terlihat ada kejanggalan.

Pasalnya Kasus yang seharusnya ada dua perkara hanya dituntut 10 bulan. “Kami kecewa, kalau sepuluh bulan berarti hanya satu kasus yaitu penipuan saja, pasal 378 dan 372. Sedangkan pasal 263 tidak di ikutkan” ujarnya.

Sedangkan Pengacara pihak terdakwa, John Ricard justru merasa aneh dengan tuntutan atas kliennya , karena dalam persidangan tidak terbukti bersalah, “tuntutan itu terlalu berat, pasalnya klien saya tidak terbukti. Tidak ada saksi, “ungkapnya melalui pesan singkat.

Bahkan John menuding justru pihak LSM yang salah tuduhannya,” Justru LSM yang salah menuduh sembarangan, “imbuhnya.

Sebagaimana informasi yang dapat dihimpun, kasus dugaan penipuan dan pemalsuan dokumen ini terkuat setelah ada seorang warga desa yang meminta pendampingan LSM Satria, karena merasa jadi korban penipuan oknum pengacara tersebut. Kemudian kasus ini terus bergulir hingga ke Meja hijau.

Namun dipersidangan justru terdakwa hanya dituntut 10 bulan penjara yang dinilai tidak sesuai dengan perbuatannya yang juga diduga telah memalsukan dokumen. Dan dalam persidangan di PN Kendal dengan Perkara Pidana no, 86/Pid.B/2017/PN KDL. Majelis Majlis Hakim yang menangani terdiri Ketua Jeni Nugraha Julis, SH,M.Hum, hakim anggota Monita Horis, SH,MH, dan Kurniawan Wijanarko, SH,M.Hum. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum terdiri Ayu Kasi Pidum, Kristanti, SH, dan Laeli , SH.MH.

(lendra)

Leave a Reply