KESBANGPOL KOTA PEKALONGAN ADAKAN KEGIATAN SOSIALISASI WAWASAN KEBANGSAAN DAN ZIARAH MAKAM BUNG KARNO DI BLITAR

Foto bersama peserta sosialisasi Wawasan Kebangsaan di depan pintu makam Bung Karno.

Pekalongan, delikjateng.com –
Dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme, kesadaran berbangsa dan bernegara serta nilai-nilai patriotisme, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Kota Pekalongan melaksanakan Sosialisasi tentang Wawasan Kebangsaan yang berlangsung di Kota Blitar Jawa Timur pada Minggu(31/1/2021).

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan ini diikuti oleh 30 orang peserta dari Organisasi Kemasyarakatan dan Organisasi Kepemudaan di Kota Pekalongan.

Kepala KESBANGPOL Kota Pekalongan Sukirno STTP.MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Sosialisasi kali ini sengaja diadakan di Kota Blitar, karena setelah acara sosialisasi dilanjutkan dengan Ziarah ke Makam Bung Karno Sang Proklamator Kemerdekaan dan Penggali Pancasila “Mengapa demikian, karena kita sebagai generasi penerus tetap akan mengenang jasa-jasa Bungkarno sebagai penggali Pancasila. Beliau menggali dari tradisi bangsa kita yang bermacam-macam. Itulah peran historis dari Bung Karno, bagaimana dari begitu banyak pandangan, dia ramu semuanya menjadi lima butir Pancasila. Karena itu, Pancasila dan Bung Karno tidak bisa dipisahkan. Pancasila tidak hanya merupakan dasar negara, tetapi juga pandangan hidup bangsa. Inilah kebesaran Bung Karno”

Kegiatan ini juga dapat meningkatkan pengetahuan dan kecintaan terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta memupuk rasa mental dan keberanian para generasi muda untuk berkompetisi secara jujur dan sehat.

Harapan dengan diselenggarakannya kegiatan ini, dapat menghasilkan generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI serta generasi muda yang memiliki sikap mental dan fisik yang berani bersaing dan berkompetisi secara sportif. imbuh Sukirno.

Narasumber dalam Sosialisasi Wawasan Kebangsaan ini adalah H. Ismet Inonu, SH. MH Anggota Komisi A DPRD Kota Pekalongan menguraikan bahwa Pancasila sebagai dasar
negara, mempunyai makna sebagai dasar untuk menata negara yang merdeka dan berdaulat.

Sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan aparatur negara yang bersih dan berwibawa, sehingga tercapai tujuan nasional yang tercantum dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Sebagai dasar, arah dan petunjuk aktivitas perikehidupan bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Terkait Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” Ismet Inonu menyebutkan empat pilar adalah kumpulan nilai-nilai luhur yang harus dipahami oleh seluruh masyarakat dan menjadi panduan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera, dan bermartabat. Nilai-nilai luhur itu adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan dan Bhinneka Tunggal Ika.

Penyebutan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara tidaklah dimaksudkan bahwa keempat pilar tersebut memiliki kedudukan yang sederajat. Empat pilar kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh (soko guru) agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tenteram dan sejahtera serta terhindar dari berbagai macam gangguan dan bencana.

Sementara Kepala Seksi Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kota Pekalongan Didik Purwoko, SE selaku Moderator mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk menanamkan cinta tanah air melalui sosialisasi Wawasan Kebangsaan. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi Wawasan Kebangsaan ini untuk dapat meningkatkan kecintaan dan ketentraman terhadap NKRI, dengan pemahaman dan pelaksanaan nilai-nilai ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Untuk diketahui bersama, bahwa wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya, yang didasari oleh falsafah cita-cita dan tujuan nasional, namun sampai saat ini pemahanan wawasan kebangsaan dalam diri generasi muda masih kurang. Oleh karena itu perlu adanya pemberian pemahaman akan wawasan kebangsaan.

Didik Purwoko juga menambahkan bahwa setiap generasi adalah masyarakat baru yang harus memperoleh pengetahuan, mempelajari keahlian dan mengembangkan karakter atau watak publik maupun privat yang sejalan dengan demokrasi. Sikap mental ini harus dipelihara dan dipupuk melalui perkataan dan pengajaran serta kekuatan keteladanan.

Setelah acara sosialisasi, dilanjutkan dengan Ziarah dan berdoa bersama Makam Bung Karno .

(Istiadi / Eddy.S)

Leave a Reply