KEGIATAN MALAM JUM’AT BERKAH MEMACU ANDRENALIN KEPEKAAN SOSIAL DIMASA PANDEMI

Setiap malam Jum’at selalu keliling kota memberi bingkisan kepada kaum duafa

Pekalongan, Delik Jateng.com – Kegiatan Malam Jumat Berkah di Pekalongan makin menggeliat dan memotivasi bantuan. adrenalin kepekaan sosial sehingga menyadarkan kita bahwa di masa pandemi Covid-19 banyak warga. yang

membutuhkan perhatian, dukungan dan

Malam Jumat berkah di seputaran Alun-alun, Sorogenen, Poncol, dan sebagian Kecamatan Pekalongan Timur sudah berjalan sejak tahun 2017. dilakukan oleh seseorang yang tidak mau disebut namanya
Hal itu dilandasi sebagai bentuk rasa
syukur atas amanah yang diemban dan
diberikan nikmat sehat serta rejeki yang
cukup. Bahkan ia merasa ada beban moral bila setiap malam Jumat tidak bisa melaksanakan , karena diyakini dengan sedekah setiap malam Jumat merasa tenang dan selalu masalah atau persoalan baik di keluarga maupun dalam pekerjaan
diberi kemudahan.
Dari ekspresi wajah para penerima menunjukkan sikap yang antusias penuh dengan rasa kegembiraan disertai susana kekeluargaan penuh riang gembira

Mereka mengucapkan terimakasih dan mendoakan semoga yang hari ini mengadakan kegiatan malam Jumat berkah mendapat kesehatan yang prima dan tetap amanah serta diberi rejeki yang melimpah dan berkah sehingga ke depan makin banyak dapat membantu untuk orang susah.

“Saya sempatkan untuk ngobrol kepada beberapa tukang becak yang mangkal di seputaran pasar Poncol, ternyata setiap malam Jumat pasti mendapatkan paket bingkasan makanan,” ungkap Nurhadi seorang kader yang selalu mengawal kegiatan malam Jum’at berkah.
Menurut Nurhadi didampingi istrinya Erna Belladona, setiap malam Jumat tidak kurang dari 100 bingkisan dibagikan.

Terkadang bingkisan yang diterima berupa beras, gula dan teh, kopi dan telor. kadang roti, Semua pemberian itu diterima dengan rasa syukur karena bisa meringankan kebutuhan hidup, sebab kalau hanya mengandalkan hasil menarik becak saat ini makin sulit. sehari bisa tak dapat penumpang sama sekali.

Malam Jumat berkah sepertinya sudah menjadi hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh kaum duafa atau para pekerja informal untuk mendapat rejeki dari anggota masayarakat yang dermawan dan berkemampuan yang terpanggil hati untuk bersedekah.

Nurhadi atau Antony panggilan sehari hari berharap, mudah mudahan di masa pandemi saat ini tidak hanya Malam Jumat saja semangat berbagi membara, namun hari-hari lain semangat berbagi tetap menggelora di Pekalongan ini.

(Istiadi / Eddy.S)

Leave a Reply