Kaki Teguh Lumpuh, Diduga Korban Penganiayaan

Teguh, kaki lumpuh diduga akibat menjadi korban penganiayaan
Teguh, kaki lumpuh diduga akibat menjadi korban penganiayaan

PEKALONGAN,delikjateng.com -Teguh (29)warga desa Banjarmasin, Kecamatan Talon, Kabupaten Pekalongan, kini tak bisa berbuat apa-apa. Kedua kakinya lumpuh, diduga akibat menjadi korban penganiayaan karena dituduh mencuri 7 buah duren.

Pria yang pekerjaan sehari-hari sebagai memikul kayu, mengaku dianiaya saat dalam perjalanan di kebun kebon duren milik Muhammad desa randu sari kecamatan doro pada hari jumat kliwon tgl 22 September 2017 sekitar pukul 14.00.

Saat itu dia menemukan ada tiga dan dipegang, namun tiba tiba ada seseorang memukul dengan benda keras dari belakang menghatam di pinggangnya. Pria itu lalu jatuh sampai tidak sadarkan diri.

Setelah siuman, dua kakinya tidak bisa digerakan, ternyata mengalami keretakan tulang. Yaitu dekat dengan telapak kaki.

Setelah 20 hari kabar tentang Teguh melebar ke warga sekitar. Kabar yang beredar Teguh diduga mencuri 7 duren milik Muhammad warga randusari.

Pihak keluarga, yaitu istri Teguh dan kedua orang tua tak mengetahui sebab musababnya. ” Saat hari kejadian, petang hari menjelang Magrib tiba Teguh belum pulang ke rumah. Padahal biasanya jam lima sore, sudah pulang kerja memikul kayu kata,” kata Ira, istrinya.

Akhirnya malam itu jeluarga bersama warga melakukan pencarian keberadaan Teguh. Dalam pencariannya sekitar pukul 9 malam di temukan di sebelah timur sungai dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Kata sebuah sumber, tempat ditemukannya di barat sungai. Dia lalu dibawa ke tukang urut sangkal putung, dilanjutkan ke Rs Pekajangan Pekalongan. Lalu menerima rujukan untuk dibawa ke Rs ke Rs kraton.

Namun pihak Rs kraton Pekalongan menganjurkan ke Rs Kariyadi Semarang dengan alasan peralatan medis tentang patah tulang yang sudah remuk kurang memadai.

Sekarang Teguh hanya bisa di tempat tidur dengan meratapi nasib yang menimpanya. kaki dua dua nya tidak bisa digerakan.

Peristiwa itu dilaporkanGuwono Kepala Desa Banjarsari, Guwono ke Polsek Doro tetapi tidak ada tindaklanjutnya. Terutama tentang penganiyaan berdampak cacat kepada Teguh.

Saat ini teguh menjalani perawatan jalan setiap hari dengan biaya 150 ribu perhari dengan biaya sendiri.

Dr.Heri membenarkan Teguh mengalami remuk tulang. ” Sudah saya pasang pen di daerah yang retak” katanya.

Selama ini keluarga Teguh yang termasuk keluarga miskin, tetapi tidak pernah mendapat bantuan dari siapapun, termasuk pemerintah.(tasurun)

Leave a Reply