Kabid Binamarga Kendal Sebut Proyek PL Rp 2M Dapat Fatwa Dari Kejari Kendal

Proyek Jembatan di Kaliputih Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal
Proyek Jembatan di Kaliputih Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal

KENDAL, delikjateng.com – Dalam pelaksanaan Proyek Jembatan di Kaliputih Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal senilai Rp 2 Miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017, kini semakin menuai polemik, karena diduga proyek tersebut hanya dilakukan Penunjukan Langsung (PL) bagi kontraktor pelaksananya.

“Padahal aturannya sudah jelas bahwa proyek pengadaan barang dan jasa yang nilainya lebih dari Rp 200 juta, harus dilelangkan dan dilarang di PL. Kecuali dalam hal darurat bencana atau proyek rahasia”

Hal itu disampaikan Ketua Persatuan Aktivis LSM (PAL) Jateng, Akhmad Robani Albar, SH. Dia menyesalkan proyek miliaran tersebut hanya dilakukan penunjukan langsung.

“Ya jelas itu menyalahi aturan pemerintah tentang pengadaan barang dan jasa, karena diatas Rp 200 juta harus melalui lelang terbuka,” ungkapnya melalui pesan singkatnya,Kamis (5/10).

Robani berencana akan melakukan gugatan ke Pengadilan, jika Proyek tersebut benar- benar tanpa dilelangkan, “Kalau memang betul begitu, pihak LSM mewakili kepentingan publik dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan,” imbuh pria yang juga sebagai Advokat ini.

Namun Kabid Binamarga Kendal, Juni Isyanta saat dikonfirmasi, tetap nekat melaksanakan proyek tersebut, karena mengklaim pihaknya sudah didukung pihak Kejaksaan Kendal. “Proyek tersebut sudah prosedur sesuai Perpres Nomor: 70/2012. Pasal 84, ayat 6. Perubahan dari Perpres no 54/2010 dan sudah ada fatwanya yang dikoordinasikan dengan TP4D Kejaksaan Kendal,” ujarnya.

Sedangkan Kepala ULP Kendal, Daryanto saat diklarifikasi terkait proyek tersebut belum bisa memberikan penjelasan yang tuntas, karena posisinya saat itu masih diluar Kota.

Ditempat terpisah Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, Sugeng Pujianto saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan keterlibatan oknum Kejaksaan Kendal yang turut mendukung proyek tersebut sebagaimana disebut Kabid Binamarga Kendal, Kejati Jateng akan segera melakukan pengecekan, ” Terimakasih infonya, saya cek dulu,” ungkapnya melalui pesan singkat.

Diperoleh keterangan, proyek tersebut telah dilelangkan, namun lelangnya gagal sebanyak 2 kali, karena diduga sepi peminat dan juga disinyalir banyak rekanan yang kurang persyaratannya. Sehingga dilakukan Penunjukan Langsung (PL) atas proyek tersebut.

Belakangan muncul rumor, justru yang mengerjakan proyek tersebut di isukan sebelumnya tidak pernah mengikuti lelang dan juga di nilai kurang mumpuni untuk mengerjakan spesifikasi bangunan jembatan. Juga dikabarkan pihak PPKOM Proyek tersebut berusaha mengajukan sebagai kriteria Proyek bencana ke pihak BPBD Kendal. Namun semuanya disangkal pihak Binamarga Kendal. ” Tidak benar,” tegas Kabid Binamarga Kendal melalui pesan singkatnya kepada Delikjateng.(Lendra/novi)

Leave a Reply