Jangan Ada Lagi Masyarakat Hutan Dikejar-kejar Polisi

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar
Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar ditemani Bupati pemalang

PEMALANG,delikjateng.com Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menegaskan, pengelolaan hutan harus betul-betul memberikan penghasilan pada masyarakat desa hutan. Menteri memastikan masyarakat terutama yang tinggal di desa hutan dapat memanfaatkan hutan sebagai penggerak ekonomi.

” Jangan ada lagi masyarakat di desa hutan yang dikejar-kejar polisi hutan, tidak boleh lagi ada rasa takut,” ujar menteri saat Dialog Nasional Sukses Indonesia-ku di Rest Area dan Wisata Balegandrung, Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu. Selama melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Pemalang, Menteri KPH blusukan ditemani Bupati Pemalang H. Junaedi, SH, MH

Dia menuturkan, bentuk dasar hutan sosial adalah pengelolaan hutan oleh masyarakat yang bisa berbentuk izin manfaat atau kerja sama dengan Perum Perhutani atau Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

Siti Nurbaya mengatakan, masyarakat yang mengelola hutan akan mendapat perlindungan dari pemerintah. Meski memiliki izin pemanfaatan, ia mengingatkan, bukan berarti hutan bisa dimiliki.

Pasalnya, hutan tersebut tetap milik negara. Izin pemanfaatan ini berarti masyarakat bisa mengelola hutan selama 35 tahun dan harus menjaga sebaik-baiknya untuk keberlanjutan hutan.

“Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang kesulitan, anggota tidak ada, nanti kami tambah, kami perbaiki dan tingkatkan,” jelas Siti.

Pemanfaatan ini bisa berupa tanam pohon atau juga agrowisata sehingga  Siti Nurbaya Bakarada tumpang sari. Terutama, untuk hutan-hutan yang berada di ketinggian 4.000 meter di atas laut, biasanya memiliki pemandangan yang indah sehingga dapat menarik wisatawan.

Dia mengimbau pada masyarakat, terutama warga Pemalang, untuk menanam bibit pohon Jambu Kristal yang telah disediakan LHK secara cuma-cuma.

“Itu di tangan Bapak-Ibu, ada Jambu Kristal, nanti ditanam supaya nanti Jambunya tumbuh banyak, kemudian bisa dikumpulkan, dijual dan diekspor kan dapat duit,” katanya.

Penanaman pohon ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi pada masyarakat di kemudian hari.

Jadi, pertumbuhan ekonomi di desa bisa meningkat, serapan tenaga kerja ada, dan mengurangi kemiskinan. Lebih jauh lagi, perekonomian juga lebih merata dan tidak hanya terjadi di perkotaan.(rae kusnanto)

Leave a Reply