DUKUNG PENANGANAN STUNTING, DINAS PERTANIAN PANGAN KOTA PEKALONGAN OPTIMALKAN KETERSEDIAAN KETAHANAN PANGAN

Tim Kompetensi Pengawasan Ketersediaan Pangan melakukan monitoring di Pasar Tradisional

Pekalongan, Delik Jateng.com – Penurunan prevalensi stunting merupakan upaya strategis pemerintah guna mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, aktif, dan produktif. Permasalahan stunting menjadi sorotan utama dalam peningkatan ketahanan pangan nasional. Upaya ini memerlukan intervensi lintas sektor secara terintegrasi di tingkat pusat hingga daerah. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) mendukung upaya penurunan stunting melalui penguatan ketersediaan pangan, penguatan akses pangan, dan pemanfaatan pangan.

Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Zainul Hakim,SH,MHum mengungkapkan bahwa Dinperpa selaku penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan di bidang ketahanan pangan telah membentuk tim kompeten yang secara rutin melaksanakan pengawasan (monitoring) ketersediaan pangan yang higienis dan sehat baik dari produk Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang meliputi tanaman kebutuhan pokok (padi, jagung, dan kacang-kacangan), maupun produk Pangan Segar Asal Hewan (PSH), meliputi daging, telur dan susu, yang sangat dibutuhkan untuk mengurangi isu stunting.

“Pengawasan yang secara rutin kami lakukan baik di pasar tradisional maupun pasar modern. Harapannya masyarakat bisa memiliki daya beli dan mengkonsumsi tanaman segar yang memiliki gizi khususnya untuk ibu hamil maupun ibu menyusui,” terang Zainul saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (28/5/2021).

Disamping itu, Zainul menyebutkan, secara gerakan pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung program 100 hari kerja Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan dibawah kepimpimpinan HA Afzan Arslan Djunaid,SE dan H Salahudin,STP, Dinperpa juga memfasilitasi kegiatan kelurahan menanam yang diharapkan masyarakat khususnya ibu-ibu di tingkat kelurahan melalui TP PKK dan kader PKK kelurahan ini bisa menanam aneka jenis tanaman sayur dan buah yang bisa dipetik dalam jangka pendek selama 3 bulan.

“Sehingga, kebutuhan pemenuhan gizi bagi keluarga khususnya bagi ibu hamil dan ibu menyusui bisa diperoleh dari lingkungan sekitar. Jadi,mereka tidak perlu berdesak-desakkan di pasar tradisional maupun pasar modern di tengah masa pandemi seperti sekarang. Mereka cukup bisa memetik hasil dari lingkungan. Oleh karena itu,kami menghimbau masyarakat bisa memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah untuk ditanami dengan tanaman yang produktif dan bermanfaat bagi kesehatan.

Dalam program kelurahan menanam itu, kami memberikan pelatihan edukasi dan bibit tanaman sebanyak 750 baik tanaman sayur dan buah. Selain itu, di bidang kesehatan dan kesejahteraan hewan, kemarin ada bantuan untuk kelompok tani itik yang harapannya bisa dikembangkan dan dimanfaatkan hasilnya berupa telur maupun dagingnya, dan kami juga ada pendekatan ketersediaan susu di peternak-peternak sapi untuk pemenuhan gizi masyarakat,” tandasnya.

(Istiadi / Eddy. S)

Leave a Reply