DUA KUBU PENDUKUNG MEWARNAI GELAR DEMOKRASI DALAM MUSYAWARAH CABANG LMPI KOTA PEKALONGAN

Peserta Musyawah Cabang Laskar MerahPutih Indonesia (LMPI) (foto: Eddy.S)

DELIK JATENG, Pekalongan  – Aksi saling memberi pandangan terjadi di ruang sidang Pembuka musyawarah Laskar Merah Putih Indonesia Markas Cabang Kota Pekalongan  Musyawarah Cabang Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) yang diselenggarakan di RM Sego Dalem, Minggu (21/3/2021) diikuti peserta lengkap empat pengurus Markas Anak Cabang Laskar Merah Putih Indonesia (MAC) dan pengurus Markas Cabang (Maca) serta pengurus Markas Daerah (Mada) Jawa Tengah.

Acara ini dihadiri pula oleh Pengurus Pengurus Markas Cabang Batang dan Kabupaten Pekalongan, serta Kabupaten Brebes itu dimulai pada pukul 11.00 itu dibuka oleh sekretaris LMPI Eddy Setiono.

Sejak dimulai acara telah diwarnai dengan adu argument tentang sahnya penyelenggaraan musyawarah cabang atau muscab.

Peristiwa ini terjadi ketika ketua yang masih berstatus Plt mendapatkan kejanggalan cap stempel yang dipakai oleh panitia pelaksana musyawarah cabang, yang dianggap tak sah, karena cap yang benar ada di tempat ketua, serta masalah kepala surat (kop) yang digunakan oleh panitia dianggap salah.

Dijelaskan oleh sekretaris LMPI, bahwa cap yang dipakai merupakan cap pengganti yang hilang, namun bentuknya sama, sehingga tidak mengurangi keabsahan alat administrasi tersebut. Juga kop surat bukannya salah tapi bahwa kop surat itu milik panitia yang beralamat di Sokorejo Pekalongan.

Peserta Musyawah Cabang (Muscab) Laskar Merah Putih Indonesia berunjuk kekuatan usulan dan adu argument
Sidang rapat musyawarat dilanjutkan dengan Sambutan Pengurus Markas Daerah Didi Pranoto, SE. dalam sambutannya disampaikan penjelasan sejarah perjalanan LMPI dan tawarkan opsi cara pemilihan, aklamasi atau pilihan oleh panitia.

Dan melalui voting langsung disetujui pemilihan yang dipimpin oleh panitia yang telah ditunjuk, sambutan Didi berakhir dengan penetapan demisioner (keadaan tanpa pengurus).

Kembali ramai ketika sidang panitia yang dipimpin oleh Teguh Prasojo, banyak reaksi ketika Tata Tertib musyawarah cabang dibacakan. Tetapi panitia tetap menawarkan siapa saja tokoh yang diusulkan menjadi kandidat. Tiga tokoh kandidat yang diajukan akhirnya Fauzan memnperoleh 10 suara, Budi Raharjo 1 suara, dan Arief tidak memperoleh suara, dan Abstain 2 suara.

Pelaksanaan Muscab LMPI secara umum berjalan lancar dan tertib.

(Eddy. S / Istiadi)

Leave a Reply