Do’a Walikota Pekalongan

sosialisasi Pekalongan Batik Nigh

PEKALONGAN,delikjateng.com -Walikota Pekalongan, HM Saelany Mahfud SE selalu berihtiar dan berdoa untuk masyarakatnya, agar diberi jalan keluar dari kesempitan dan dimudahkan dari persoalan yang menghimpitnya.

” Dan paling penting di mudahkan rejekinya,” katanya dihadapan peserta sosialisasi Pekalongan Batik Nigh di Gedung Amarta Sekda Kota Pekalongan Senin (25/2) siang tadi.

Katanya, selama ini telah diberi kesempatan kesehatan iman,dan dalam rangka silaturohim yaitu kegiatan sosial sosialisasi batik NIGH MARKET-TAHUN-2019. ” Saya sampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mudah-mudahan sahabatnya untuk kita semuanya dari Allahumma, atas nama Pemerintah Kota Pekalongan kami menyampaikan apresiasi dan penghormatan yang luar biasa kepada beberapa pihak yang mempersiapkan pelaksanaan aktivitas kegiatan,” tambahnya.

Para pengusaha pedagang bakul Kota Pekalongan saling sharing untuk saling tukar menukar pikiran ide gagasan yang berkaitan dengan masalah batik market,yang memang sudah 1 tahun yang lalu. Harapannya akan tetap kembangkan lebih besar bagaimana nanti gagasan-gagasannya yang intinya tentu saja diketahui bersama.

” Saya tidak punya komitmen untuk melaksanakan program yang lebih banyak. Artinya lebih baik akan membangun sarana prasarana yang barangkali akan lebih bermanfaat untuk masyarakat,” tegasnya.

Pekalongan ini memang beberapa tahun yang lalu sampai sekarang masih ada beberapa permasalahan, seperti banjir rob yang berkepanjangan sampai sekarang. Ini dirasakan oleh masyarakat khususnya para pengrajin sentra-sentra kerajinan batik mengalami suatu kendala yang luar biasa,10 tahun mengalami banjir rob apa yang kita kerjakan bersama yaitu tanggul raksasa.

Pada 1 tahun yang lalu terjadi pula kebakaran luar biasa. ” Tapi saya sangat bersyukur bertemu muka dengan mereka semuanya yang selama ini di media sosial yang itu ternyata sesungguhnya tidak seperti apa yang kita bayangkan,” ujar Walikota.

Pada bagian lain dia menyinggung tentang jalan tol dengan melepas tanah milik masyarakat yang dibeli nilainya 60 miliar. Dia minta pemerintah pusat bisa membangunkan jalan yang masuk langsung didengarkan, hingga mengalami dampak positif, siapapun yang hadir di Kota Pekalongan, bahkan masih bisa dilayani batik selama 24 jam.

(tasurun)

Leave a Reply