DITENGAH PANDEMI COVID-19 JUDI TOGEL MARAK DI PEKALONGAN

Ilustrasi togel

Pekalongan, Delik Jateng.com.
Meski Kota Pekalongan sedang menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM, judi togel yang sudah sempat di berantas oleh kepolisian beberapa tahun lalu , “berdasarkan informasi masyarakat, secara “diam – diam” bisnis gelap sudah setahun ini kembali beroperasi.
Kepada media Delik Jateng.com ini, Kamis (22/04/2021) sejumlah masyarakat yang minta namanya agar tidak disebut, mengatakan bahwa judi togel yang sempat di tutup pada beberapa tahun lalu kini sudah sejal setahun marak kembali secara terang-terangan, terlihat dibeberapa tempat setiap sore menjelang malam sangat ramai masyarakat berkerumun di pengecer togel untuk mengadu keberuntungan.

Bandar, agen dan para pengecer yang merupakan satu jaringan dari judi togel ini sudah kembali beroprasi secara diam – diam di Kota Pekalongan sehingga aktifitas ini kembali meresahkan masyarakat. Padahal untuk masyarakat, kegiatan bisa berdampak buruk karena berpeluang mendatangkan kontak erat virus corona ungkap mereka.
“Kami minta demi memutus mata rantai penyebaran Covid -19, judi togel ini harus diberantas sampai ke akar – akarnya, Jangan sampai bandar togel secara terselubung ingin memanfaatkan situasi PPKM yang masih diberlakukan di Kota Pekalongan, sementara banyak pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM)) yang masih menjerit akibat pembatasan waktu yang masih berlangsung , “ungkap sumber yang merupakan warga kelurahan Podosugih dan Warga Perum Binagriya Pekalongan.
“Siapapun dia tak terkecuali harus di tindak tegas oleh pihak Kepolisian Imbuh mereka.
“lanjut mereka, seharusnya aparat harus melakukan penindakan kepada mereka, dengan menangkap bandar besarnya. Jangan hanya tangkap pengecernya, yang hanya mengelabui permainan di lapangan saja,”
“Mereka juga mendesak agar penegak hukum harus mengambil sikap dan komitmen dalam melakukan tindakan tegas kepada para bandar togel yang masih melawan perintah kepolisian.
Sebab menurut mereka maraknya aktivitas judi togel ini jika tidak dibasmi secepatnya bisa mencoreng tugas aparat hukum yang berwenang dan meresahkan masyarakat, karena berpotensi mendatangkan klaster penularan Covid-19 di Kota Pekalongan. Menjelang bulan Ramadhan menjelang hari raya , minat terhadap judi togel mengalami peningkatan. Pandemi yang berimbas kepada sektor ekonomi pun menjadi salah satu faktor yang mendukung kondisi tersebut.

(Istiadi / Eddy. S).

Leave a Reply