DINAS KESEHATAN KOTA PEKALONGAN LAKUKAN SOSIALISASI JOGO TONGGO

Sosialisasi Jogo Tonggo

Pekalongan, delikjateng.com – Dengan meningkatnya wabah Covid-19 yang dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja, maka penanganan Covid-19 harus dilawan secara bersama—sama melalui gerakan Gotong Royong. Sebagai pihak yang berhadapan langsung dengan penularan Covid-19, maka masyarakat sebagai garda terdepan perlu diberdayakan dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 secara sistematis, terstruktur dan menyeluruh.

Melaksanakan Instruksi Gubernur Jawa Tengah No. 1 Tahun 2020 Tentang Pemberdayaan Masyarakat dalam Percepatan Penanganan Covid-19 di Tingkat Rukun Warga melalui pembentukan Satgas Jogo Tonggo,  maka Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Gencar melakukan Sosialisasi Jogo Tonggo  di seluruh Kelurahan se Kota Pekalongan, seperti yang dilaksanakan di Kelurahan Sapuro Kebulen Kecamatan Pekalongan Barat pada Senin malam  (21/9/2020 ) yang dihadiri oleh Kasi Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan pada Dinas Kesehatan  Kota Pekalongan Setaningsih, SKM.M.Kesbersama Relawan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah Puji Ayu Lestari.

Dalam Sosialisasi tersebut  Setyaningsih menjelaskan bahwa Satgas Jogo Tonggo adalah Satuan Tugas Menjaga Tetangga untuk memastikan bahwa warga secara bergotong royong melawan penyebaran dan penularan Covid-19 di wilayahnya, sekaligus memastikan dukungan dari luar wilayahnya untuk melawan Covid-19 tepat sasaran dan tepat guna.

Satgas Jogo Tonggo bukan organisasi yang dibentuk dari nol, melainkanmengkonsolidasikan dan mensinergikan seluruh kegiatan-kegiatanorganisasi kelompok sosial seperti Karang taruna, Dasa Wisma,Posyandu, dan warga di tingkat RW,  serta lembaga dan organisasi diluarwilayah RW yang terkait melawan Covid-19. Oleh karena itu, pembentukan Satgas melawan Covid-19 berbasis masyarakat “Jogo Tonggo” menjadi penting untuk segera dilaksanakan.

Sementara itu Lurah Sapuro Kebulen H. Samigiono, ST menjelaskan bahwa Satgas Jogo Tonggo dipimpin langsung oleh Ketua RW.  Dibawah koordinasi RW terdapat empat bidang Satgas, yaitu Satgas Kesehatan dengan melibatkan Bidan Desa / Kader Kesehatan Desa, Satgas Ekonomi, Satgas Sosial dan KeamanansertaSatgas Hiburan. Adapun prinsip kerja Satgas Jogo Tonggo antara lain :

  1. Kerja kemanusiaan, yang harus mengutamakan kepentingan korban wabah Covid-19.
  2. Kerja ad hoc / Non Permanen (ada saat kondisi darurat Covid-19) artinya Satgas Jogo Tonggo bertugas selama penyebaran dan penularan wabah covid-19 masih diyatakan bahaya.
  3. Kerja Satgas Jogo Tonggo berbasis “Tidak Korupsi, Tidak Ngapusi” artinya kerja Satgas Jogo Tonggo harus terbuka, transparan, dapat dipertanggung jawabkan secara publik, tidak KKN dan lain lain.
  4. Kerja Satgas Jogo Tonggo harus berbasis gotong royong baik diantara warga dalam satu lingkungan RW dan antara RW dengan RW lainnya di satu wilayah desa/Kelurahan.

Setiap warga di lingkungan RW  wajib untuk mendukung dan berperan aktif dalam seluruh kegiatan Jogo Tonggo,  wajib untuk mentaati seluruh hasil keputusan yang dilakukan melalui rembugan, yang diselenggarakan oleh Satgas Jogo Tonggo terkait dengan perlawanan terhadap Covid-19 dan Wajib menjalankan protokol kesehatan melawan Covid-19.

(Eddy.S/Istiadi)

Leave a Reply