DEMO ANARKIS TUNTUT SEKDES PURWOSARI MUNDUR BERUJUNG LAPORAN KE POLISI

Kendal, Delikjateng.com. Kasus demo yang dilakukan masyarakat desa purwosari patean berbuntut panjang, pasalnya dalam demo tersebut terjadi aksi anarki yang dilakukan pendemo terhadap fasilitas umum berupa Balaidesa dan property milik warga.

Akibat dari aksi anarkis tersebut, 14 pendemo dilaporkan oleh 4 lembaga ke Polres Kendal, hari ini, Senin, 31/08/20, yaitu PPDI, Forsekdesi, LBH Ronggolawe dan Panglima PGN mewakili Sekdes Ribut Sudiono dan 3 warga purwosari.

Dalam laporanya disebutkan bahwa ke 14 orang tersebut telah melakukan perusakan terhadap fasilitas umum dan posko Covid-19, merusak tanaman dan rumah, perbuatan tidak menyenangkan serta melakukan intimidasi/penganiayaan terhadap warga lainya.

Di tempat yang sama Ketua PPDI, Khumaidi SH mengatakan bahwa, pelaporan ini dimaksudkan agar pemerintah desa purwosari bisa segera pulih kembali dalam hal melakukan pelayanan terhadap masyarakat, selain itu, biar ada efek jera bagi pelanggar dan tidak menganggap bahwa hukum itu tidak ada.

“Sementara kami hanya melaporkan 14 orang dulu, nanti pasti akan bertambah setelah penyidik melakukan pengembangan” kata khumadi.

Senada dengan ketua PPDI, Ery Dwi Wijayanto dari LBH Ronggolawe juga mengatakan hal yang sama, bahwa kebebasan berpendapat itu dilindungi undang-undang, namun kebebasan berpendapat itu harus dilakukan berdasarkan koridor hukum yang ada, tidak boleh memaksakan kehendak.

“Saya sangat menyesalkan terjadinya pengrusakan itu, mau demo silahkan, boleh-boleh saja, tapi jangan memaksakan kehendak,” terang erick biasa dia dipanggil.

“Prilaku seperti itu, sudah tidak pantas dilakukan di negara ini, negara yang dilandaskan pada Equality before the law” imbuh erick dengan gemas.

Sementara itu, Ketua Forsekdesi Kendal Budi Ristanto ST, menilai bahwa aksi demo Purwosari yang dilakukan berjilid-jilid merupakan sesuatu yang tidak mendasar dan terkesan memaksakan kehendak.

“Saya kira setelah Sekdes Purwosari mencabut pernyataan pengunduran dirinya sudah tidak ada demo-demo lagi, tapi ternyata masih demo. Padahal semua penyidikan Inspektorat Kendal sudah clear tidak ada temuan,” kata Budi.

Tak hanya demo saja yang dilakukan, lanjut Budi, dari informasi Sekdes Purwosari pendemo juga melakukan pengrusakan terhadap Balaidesa, rumah warga dan tanaman warga.

“Oleh karena itu, saya mendorong dan mendukung adanya penegakan hukum dalam kasus ini, dengan melaporkan mereka ke polisi, secepat-cepatnya, agar hal ini tidak menjadi yurisprodensi bagi masyarakat yang ber modal Pokok.e” ungkapnya.

(HAK)

Leave a Reply