Dapat Grasi Presiden : Dua Pahlawan Agraria Surokonto Bebas

Pulang dengan pengawalan ketat oleh banser.

Kendal, delikjateng.com. Gegap Gempita dan Rasa haru serta isak tangis keluarga bersama warga masyarakat Desa Surokonto Wetan Kecamatan Pageruyung Kabupaten Kendal Jawa Tengah, mewarnai pembebasan dua pahlawan petani yang di tahan di Lapas Kelas 2A Kendal atas kasus penyerobotan lahan milik Perhutani, Jumat. (17/05/19).

Kedua orang tersebut, Ky Nur Azis (56) dan mbah Rusmin (63) di bebaskan setelah menerima grasi dari Presiden H.Joko Widodo.

Jerit tangis keluarga dan warga pecah seketika sesaat melihat keduanya keluar dari pintu gerbang lapas, istri, orang tua dan anak kedua petani tersebut tidak bisa menahan tangis bahagia karena perjuangan untuk mendapatkan keadilan membuahkan hasil.

 

Warga berebut salaman kepada pahlawan mereka

Terlihat pula ratusan warga Desa Surokonto Wetan, merangsek kedepan pintu gerbang Lapas untuk bisa menyalami dan merangkul keduanya, serta mengucapkan selamat atas kebebasanya.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Ky Nur Aziz merupakan tokoh agama di desanya, dia yang berjuang membela petani mendapatkan hak haknya. Namun apes, karena pihak Perhutani melaporkanya ke Polisi dengan tuduhan penyerobotan tanah miliknya

Dalam kesempatan tersebut salah satu warga yang ikut rombongan penjemputan, Wasitah (30) ketika delikjateng.com berhasil wawancari mengatakan sangat berayukur dan bahagia, atas dibebaskanya Kedua orang tersebut.

“Mereka memperlakukannya dengan tidak adil”, kata Wasitah sambil menutup mukanya.

Di kesempatan yang sama, Ky Nur Aziz menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga Kepada Presiden H.Joko Widodo yang telah memberikan grasi pada diri dan teman seperjuanganya Sutrisno Rusmin, lebih dari setahun kami menunggu grasi, dan Alhamdulillah akhirnya permohonan Graai Kami dikabulkan oleh Presiden, hingga kami berdua bisa menghirup udara bebas.”kata ky Azis biasa dia dipanggil disela-sela para penjemputnya.

Ky Azis juga menambahkan setelah bebas dari penjara saya akan terus berjuang mendapatkan hak–hak saya khususnya lahan yang dikuasai Perhutani”, imbuh Nur Aziz.

Senada dengan Ky Nur Azis, Sutrisno Rusmin saat delikjateng.com mewawancarainya, mengatakan bahwa dirinya sangat senang dapat bebas dari penjara karena bisa bertemu keluarga dan anak- anak serta saudara yang lain.
Dirinya sudah menjalani hukuman 2 tahun 2 bulan dan nantinya tetap akan berjuang untuk mendapatkan hak nya”. Ucapnya tanpa menjelaskan apa yang dimaksud dengan haknya itu.

Terpisah Kuasa Hukum dari LBH Semarang Etik Oktaviani, menjelasakan bahwa Grasi dari Presiden RI Ir. H. Joko Widodo turun pada 13 mei lalu, dan baru kami terima beberpa hari yang lalu.

“proses pengajuan grasi ini sangat melelahkan dan perlu waktu lama “. tandasnya.

Akibat dari persoalan ini, Kuasa Hukum dari dua petani tersebut berharap agar pemerintah segera merivisi UU No 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan, sehingga tidak ada lagi kriminalisasi terhadap warga miskin ataupun petani”, harapnya.

Bila kita tarik peritiwa kebelakang lagi, seperti yang kita ketahui bahwa Ky. Nur Aziz dan Sutrisno Rusmin ini divonis 8 tahun penjara dan denda 10 milyar Rupiah karena terbukti bersalah menyerobot lahan milik Perhutani Kendal.

(A.Khozin)

Leave a Reply