Dana PUAP di Kendal Diduga Tidak Tepat Sasaran

dinas pertanian dan pangan kab kendal
dinas pertanian dan pangan kab kendal

KENDAL, delikjateng.com – Dana Pengembangan Usaha Agrobisnis Perdesaan ( PUAP) untuk modal usaha para petani di Kabupaten Kendal, diduga tidak tepat sasaran. Disinyalir terhadi penyelewengan oknum penerima bantuan dana yang jumlahnya mencapai milaran tersebut.

Dana PUAP pada Tahun 2011 telah dicairkan kepada 24 Gabungan Kelompok Tani ( GAPOKTAN) se Kabupaten Kendal. Sedangkan pada Tahun 2013 diterima sebanyak 16 Gapoktan dan pada tahun 2014 juga dicairkan dana PUAP sebanyak 14 Gapoktan yang jumlah nominal dananya diperkirakan Rp 100 juta setiap Gapoktan, dengan total mencapai Rp 5,4 Milyar.

Namun program ini diduga mirip bantuan KUT yang digelontor dari pemerintah pusat. Namun PUAP ini melalui tanggung jawab di Dinas Pertanian Kendal.

Misalnya di desa Pagertoyo, Kecamatan Limbangan, Kendal. Melalui Kadesnya, Jarno yang menjelaskan bahwa di desanya memang pernah menerima dana sebesar Rp 100 juta , tapi dananya langsung diterima pengurus kelompok tani

” Ya ada dana itu, tapi langsung diserahkan ke kelompok tani,” ujarnya.

Jarno mengakui, jika dana PUAP tersebut masih ada dan tidak digunakan, diminta agar dikembalikan ke Negara. ” Beberapa puluh juta masih disimpan dipengurus, makanya kami meminta agar dana tersebut di Kembalikan,” pintanya.

Sedangkan Ketua BPD Desa Pagertoyo sempat menyampaikan jika dana tersebut masih ada segera dikembalikan agar tidak terjadi masalah hukum. ” Agar tidak bermasalah dikembalikan saja, walau ada tenggang waktu dan dibuatkan pernyataan akan dikembalikan,” ujarnya dalam rapat di Desa.

Ditempat terpisah Ketua GNPK Kendal, Imam Subagyo menyesalkan dana yang dikucurkan untuk membantu para petani di Desa ternyata tidak tepat sasaran, malah diduga digunakan oknum tak bertanggung jawab. ” Ini tidak benar , mestinya digunakan petani untuk meningkatkan perekonomian di Desa,” ujarnya.

Imam pernah melakukan investigasi dilapangan, diduga ada pengurus Gapoktan yang turut menggunakannya, tapi tidak jelas jluntrungnya hingga kini. ” Jika dibiarkan dana tersebut bisa hangus tanpa ada kejelasan dan merugikan para petani,mestinya aparat hukum harus segera memeriksa penggunaan dana negara tersebut,” tandasnya.

Sementara itu Pihak Kejaksaan Kendal melalui Kasi Intelnya, Edy Budianto saat disampaikan kasus tersebut, pihaknya merespon positif dan segera akan menindaklanjuti. ” Ya terimakasih atas masukannya , akan kami tindaklanjuti. Namun sebulan ini kami baru benah- benah administrasi dulu,” tuturnya dikantornya.

(Tim Biro Kendal)

Leave a Reply