DANA HIBAH 2021 BELUM CAIR, KANTOR KONI KABUPATEN PEKALONGAN TERANCAM GELAP DAN TANPA AIR

Ketua KONI Kab. Pekalongan Gus Eko Ahmadi beserta pengurus ketika audiensi dengan Bupati Asip Kholbihi

Pekalongan, Delik Jateng. com – Kantor Koni (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kabupaten Pekalongan terancam gelap gulita dan tanpa air akibat belum ditandatanganinya NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) untuk Koni.

Menurut Ketua Koni, Gus Eko Ahmadi, saat ini pihaknya sudah ditagih PLN dan PDAM untuk melunasi tagihan. “Kita hanya bisa menunggu (penandatanganan NPHD), kemarin kita sudah berkomunikasi dengan bupati. Saat ini, Koni sudah ditagih PLN dan PDAM, jika tidak segera dibayar akan maka kantor Koni akan padam dan tidak ada air,” ujarnya.

Menurut Gus Eko, pihaknya mempertanyakan keseriusan Pemkab Pekalongan saat ini, yang belum juga mencairkan anggaran untuk olahraga. Menurutnya kendala yang dihadapi terkait anggaran adalah belum ditandatanganinya Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Padahal pihaknya sudah berkomunikasi dan bertemu langsung dengan Bupati Pekalongan selaku pimpinan daerah.
“Dari dinas yang membidangi keolahragaan belum bertindak cepat dan solutif terkait kebutuhan anggaran yang telah dibutuhkan teman-teman cabang olahraga (cabor),” ujar Gus Eko.

Penundaan pencairan anggaran untuk Koni
tersebut, lanjut Gus Eko, berakibat tidak terbayarkannya gaji staff dan operasional cabor. Padahal selama ini mereka juga sudah beraktivitas dan sudah mulai latihan.
“Padahal anggaran sebelumnya yakni tahun 2020 kita sudah melaporkan, dan ada peningkatan administrasi cabor. Laporan penggunaan 2020 sudah kita selesaikan dan ada Silpa sebesar 180 juta yang kita kembalikan ke kas negara,” lanjut Gus Eko.

Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan Subhan menuturkan, untuk masalah anggaran Koni Kabupaten Pekalongan belum bisa berkomentar, karena masih menunggu disposisi dan hasil refocusing anggaran.
Sebelumnya, pada 10 Maret 2021, Koni telah menggelar audiensi dengan Pemkab Pekalongan terkait penyelenggaran Porkab yang akan dilaksanakan pertengahan tahun ini.

Dalam audiensi yang dihelat di Rumah Dinas
Bupati tersebut, Gus Eko mengungkapkan rencananya menggalar Porkab sebagai persiapan Porprov Jateng. Selain itu, ia menyampaikan berbagai terobosan, yakni tertib administrasi dan tertib organisasi, membangkitkan partisipasi masyarakat untuk berolahraga dengan mempersilahakan warga membentuk event organizer (EO) kegiatan olahraga dan digitalisasi pertemuan Koni.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengatakan akan mengkaji usulan kegiatan tersebut. Terlebih dimasa pandemi Covid-19. Menurut Asip, ditengah pandemi seperti saat ini banyak kegiatan yang dibatasi, namun setelah vaksinasi ini berjalan kita akan lihat. Intinya kita akan kaji dulu, tentunya jika bisa dilaksanakan harus dengan protokol kesehatan yang ketat.

(Istiadi / Ari. K)

Leave a Reply