Bupati Jamin Transparansi Seleksi Perangkat Desa

Bupati Kendal saat memberikan keterangan pers (foto arno)
Bupati Kendal saat memberikan keterangan pers (foto arno)

KENDAL,delikjateng.com – Menanggapi santernya issu miring terkait seleksi penyaringan dan penjaringan perangkat desa di Kabupaten Kendal , Bupati Kendal Mirna Annisa menggelar jumpa pers di Rumah Dinas Bupati , Kamis ( 30 /11)

Dalam kesempatan tersebut Bupati Kendal menghimbau kepada masyarakat supaya tidak termakan isu tersebut, dan tetap optimistis dalam mengikuti setiap proses seleksi.

” Saya menjamin proses penjaringan dan seleksi perangkat desa akan berjalan sesuai aturan yang ada, dan tidak ada suap menyuap,” tegasnya.

Bupati mengaku telah berkomunikasi dengan berbagai pihak supaya proses ini berjalan lancar dan tidak ada money politik , “Kemarin Camat dan Kepala Desa sudah kita undang dan sudah di berikan pengarahan dari Kepolisian ,supaya tidak ada dukung mendukung dan suap ” terangnya

Dia minta masyarakat segera melaporkan bila mengetahui ada permainan uang dalam proses seleksi tersebut. Termasuk bila ada oknum yang menjual namanya dan minta suap untuk segera di laporkan kepada pihak berwajib.

Terkait masalah di 22 Desa yang tidak terpenuhinya kuota pendaftar yang memenuhi persyaratan sesuai pasal 15 Peraturan Bupati No 51 Tahun 2017 , bahwa jika pelamar yang memenuhi persyaratan kurang dari dua orang , maka Tim Penjaringan dan Penyaringan memperpanjang waktu pendaftaran,

Hal tersebut di jelaskan oleh Kabag Pemerintahan Kabupaten Kendal Wahyu Hidayat bahwa Penjaringan Perangkat Desa telah di perpanjang sejak tanggal 24 hingga 30 November 2017.
Dikarenakan adanya perpanjangan pendaftaran maka jadwal Assesmen Computers Test (CAT) harus disesuaikan, yang semula dijadwalkan tanggal 11 Desember 2017 di undur menjadi tanggal 17 Desember 2017 karena harus dilaksanakan secara serentak.

Tentang banyaknya rumor adanya permainan uang dalam proses pengisian jabatan perangkat desa ini, Wahyu Hidayat juga menepis issu tersebut. Semua proses dilaksanakan secara transparan apalagi juga telah melibatkan pihak ketiga sebagai pelaksana dari LPMP Semarang dan Pemprov Jawa Tengah.

” Tidak ada permainan uang, tesnya transparan dan serentak , juga akan di sediakan layar monitor di depan peserta , jadi masing -masing peserta akan bisa melihat langsung nilai tesnya, jangankan peserta , pengantar saja bisa melihat hasil tes tersebut ” terangnya

(Arno)

Leave a Reply