BPJS Masih Hutang 22 M kepada RSUD Dr Soewondo Kendal

Direktur Bidang Pelayanan RSUD dr Soewondo Kendal dr. Rahmad sedang menyampaikan materi adanya perubahan visi RS.

Kendal, delikjateng.com, Bertempat di Aula II, Management RSU dr. H. Soewondo Kendal mengadakan Gathering dan Sosialisasi Perubahan Visi dengan Tokoh Masyarakat, Wartawan, LSM Akademisi dan Pelaku Usaha, serta para pegiat medsos, Rabu, 30/10/19.

Dalam pemaparanya tentang adanya perubahan visi ini Wakil Direktur bidang Pelayanan, Dr Rochmad mengatakan bahwa visi RSUD dr. H.Soewondo Kendal adalah, Menjadi rumah sakit pendidikan yang bermutu, terpercaya bagi masyarakat sekitar, diantara yang akan di capai adalah :

Yang pertama : Mengembangkan pelayanan rumah sakit yang terjangkau dan bermutu bagi seluruh masyarakat Kendal dan sekitarnya,

yang kedua : Meningkatkan kapasitas dan kwalitas pelayanan rumah sakit yang aman dan memenuhi standar pelayanan

yang ketiga : Meningkatkan kinerja pelayanan publik,

Yang keempat : Mengembangkan jejaring kerjasama dengan institusi terkait dan organisasi profesi serta institusi pendidikan.

Gathering dan Sosialisasi Perubahan Visi

Selanjutnya dr Rahmad juga menyampaikan bahwa hingga akhir Oktober 2019, BPJS Kesehatan mempunyai piutang yang harus dibayarkan ke RSUD dr Soewondo Kendal sebesar Rp 22 milyar, dan diperkirakan sampai akhir tahun ini bisa mencapai Rp 30 milyar.

Namun demikian, tambah dr Rahmad, meskipun kondisi keuangan RSUD dalam kondisi sangat sulit, Kami terus melakukan upaya peningkatan mutu pelayanan dan pelayanan terhadap pengguna BPJS berjalan seperti biasa.

Sementara itu Humas RSUD dr. Soewondo Kendal, dr. Muhammad Wibowo mengatakan, saat ini pihak rumah sakit tengah melakukan persiapan untuk penilaian akreditasi yang akan dilakukan pada tanggal 11-14 November 2019.
Menurutnya saat ini pihaknya berupaya untuk mempertahankan akreditasi rumah sakitnya yakni akreditasi Paripurna B

“Karena ada penambahan kriteria penilaian yaitu rumah sakit pendidikan, maka visi Rumah sakitnya harus dirubah”, jelas dr bowo, biasa dia di panggil

“Perubahan ini dilakukan, karena banyaknya mahasiswa yang melakukan praktek dirumah sakit, sehingga porsi pendidikan juga merupakan bagian dari penilaian akriditasi”. Pungkas dr bowo

(A.Khozin)

Leave a Reply