BAKTI SOSIAL KODIM 0710 PEKALONGAN DARI DAPUR UMUM HINGGA EVAKUASI KORBAN BANJIR

Proses evakuasi lansia dari kepungan banjir di Karangjompo Tirto kab. Pekalongan

Pekalongan – Delik Jateng.com – Banjir di Kota dan Kabupaten Pekalongan belum surut sejak sepekan lalu. Bencana banjir yang terjadi juga menyebabkan ribuan warga sampai saat ini masih tinggal di pengungsian.
Komando Distrik Militer (Kodim) 0710/Pekalongan mendirikan dapur umum di GOR Jetayu Kota Pekalongan untuk menyiapkan makanan bagi pengungsi korban banjir di Kota Pekalongan, khususnya daerah di Kecamatan Pekalongan Utara. Dalam menyiapkan makanan untuk pengungsi, TNI bersinergi dengan Polri, Menwa, masyarakat, dan Pemerintah Kecamatan Pekalongan Utara.

Hal ini diungkapkan Dandim 0710/Pekalongan melalui Pasi Ops Kodim 0710/Pekalongan, Kapten Infanteri Dwi Darmasto, Kamis (11/2/2021). “Sebelumnya dapur umum kami berada di Koramil Pekalongan Utara, karena banjir kemaren pada Rabu pagi kami dirikan di sayap kanan GOR Jetayu, terang Kapten Dwi.

Sementara itu untuk membantu evakuasi korban banjir di Kabupaten Pekalongan, Kodim 0710/Pekalongan dipimpin Dandim Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan. menggelar bakti sosial ke tempat-tempat yang masih tinggi debet aimya sehingga banyak ditinggalkan oleh warga.

Di tengah melaksanakan bakti sosial tersebut Dandim bersama dengan masyarakat setempat menemukan seorang lansia dalam keadaan sakit dan terbaring di dipan yang bawahnya sudah di penuhi air setinggi 80 Cm. Tanpa pikir panjang, Dandim langsung melakukan evakuasi Nenek Mujinah (86) warga Desa Karangjompo, RT 001/Rw 005 Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan untuk di bawa ke rumah sakit umum Keraton yang berada di Kota Pekalongan.

Evakuasi berjalan Dramatis, pasalnya rumah Mbah Mujinah berada di tengah kepungan banjir yang masih tinggi yaitu 80 100 Cm dengan rumah yang sudah lapuk dan kumuh sehingga agak menyulitkan dalam melakukan evakuasi. “Tujuan kita adalah menggelar bakti sosial dengan memberikan bantuan berupa logistik bagi warga Desa Karangjompo ini. tetapi di tengah perjalanan kami mendapati nenek Mujinah yang dalam keadaan sakit dan ditempat yang sungguh tidak layak.Kita lakukan evakuasi untuk di bawa kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan, jelas Dan Dim.

Mbah Mujinah saat ditemukan hanya tinggal bersama satu anak laki-laki dan satu anak angkat perempuan dan dalam kondisi yang sangat memprihatikan karena sudah tidak bisa melakukan aktivitas apa apa dikarenakan kondisi banjir yang mengepung rumahnya dalam satu bulan terakhir sangat tinggi.”Kami mengimbau warga yang masih tinggal dan tidak mau mengungsi agar tetap waspada dan terdata, sehingga kebutuhannya bisa di penuhi oleh dinas terkait selain dari bantuan bantuan sosial yang datang,” pungkasnya.

Meskipun saat ini cuaca sudah cenderung cerah dan tidak hujan lagi, akan tetapi dari pantauan dilapangkan, banjir masih menggenangi beberapa wilayah di kota maupun Kabupaten Pekalongan dengan ketinggian air bervariasi antara 50- 100 Cm.
(Istiadi /Ari. K)

Leave a Reply