Akibat kebijakan yang tanggung, kemacetan dan jalan rusak

Median jalan rusak, lampu Bangko miring terkena kendaraan tronton akibat pemberlakuan PPKM rekayasa lalu lintas di Setono Pekalongan

Pekalongan, delikjateng.com – PPKM yang berlangsung sejak 3 Juli 2021 diperpanjang hingga 25 Juli dan dilanjutkan sampai 2 Agusutus 2021.

Pemerintah Kota Pekalongan telah melakukan rekayasa Lalu lintas dengan penyekatan penyekatan jalan umum seperti yang terjadi di jl. Dr. Sutomo / Perempatan lampu merah Setono,

Semua kendaraan umum yang melintas dari arah timur ke barat sesampai di perempatan trafik light diarahkan belok ke selatan, hal ini yang menyebabkan kesemrawutan dan kemacetan lalu lintas, karena kendaraan yang mau masuk ke kota Pekalongan harus memutar arah ke Utara kembali sesampai di median jalan yang terbuka.

Mengalihkan pengguna jalan dari timur yang mau masuk kota pekalongan. hal ini dimanfaatkan oleh beberapa warga untuk memperoleh penghasilan dengan jasa memandu pengaturan membalikkan kendaraan yang akan menuju kota Pekalongan.

Dengan kejadian ini menjadikan beberapa akibat seperti kemacetan, dan kerusakan pembatas jalan rusak, dan lampu bangjo condong hampir roboh karena terkena bak tronton.

Kendaraan roda 4 tidak mungkin masuk jalan Tol karena memang akses tol ditutup sejak PPKM diberlakukan.

Warga Masyarakat khususnya pengendara mobil menyayangkan pembiaran apalagi dekat dg pos polisi.

Beberapa pengguna jalan komentarnya, sangat menohok khususnya kepada pengatur rekayasa lalu lintas, seberapa manfaat yg diperoleh bila kendaraan di belokkan ke selatan,

Sebaiknya dikembalikan lagi dengan membuka kembali sekat di perempatan Setono sehingga lancar, tidak seperti saat ini jikapun diperbolehkan pengguna jalan melakukan pemintasan, ya bisa lewat. Warungasem, dan hanya untuk mobil kecil, bukan tronton

(Istiadi /EddyS)

Leave a Reply