Pengerjaan Trotoar dan Jalan Kota Parakan Dikeluhkan

Muatan berhamburan
Muatan berhamburan (foto suchafif)

TEMANGGUNG, delikjateng.com – Perbaikan gorong – gorong di Jalan Gambiran, Kota Parakan, dinilai warga tidak sempurna. Hal itu menyulitkan pengguna jalan, bahkan sering terjadi kecelakaan.

Termasuk mengakibatkan muatan mobil L300 tumpah karena tutup gorong – gorong melengkung. Kata Amin (39), pengemudi mobil itu, saat melewati tutup gorong – gorong besi, tiba – tiba muatannya berjatuhan karena goncangan, sehingga beberapa karung serbuk kayu berserakan di jalan.

“ Jika dillihat dari muatannya, saya rasa ini tidak terlalu berat, hanya membawa sebuk kayu untuk budidaya jamur, awalnya saya memang sudah tau besi itu melengkung, jadi saya pelankan laju kendaraan saya, tapi goncangannya begitu terasa jadi pada berjatuhan seperti ini,” jelasnya.

Rencananya ia akan membawa muatan serbuk kayu tersebut ke salah saltu pembudidaya Jamur Tiram, berhubung terjadi peristiwa tersebut, ia harus membawa terlebih dahulu sisa karung yang di mobil kemudian kembali lagi untuk mengambil sisanya.

“ Ini merepotkan dan membuang – buang waktu, seharusnya saya sudah sampai di tempat tetapi saya harus membawa muatan ini dua kali,” imbuhnya.

Trotoar tidak rapi
Trotoar tidak rapi ((foto suchafif)

Selain tutup gorong – gorong yang melengkung, pengerjaan jalan sepanjang 300 meter itu juga kurang rapi. Pemasangan paving trotoar juga tidak rata, masih banyak yang menggelombang. Hal tersebut dirasa membahayakan bagi pengguna jalan ber kebutuhan khusus.

Seperti seorang pengguna jalan tuna netra, apabila tidak ada yang menuntun berjalan pasti akan tersandung paving yang tidak rata. Beberapa warga mengharapkan jalan tersebut untuk di benahi kembali

“ Saya harap jalan ini di perbaiki lagi agar lebih rapi dan aman bagi pengguna. Untuk kedepannya di mohon untuk pengerjaan jalan yang profesional lagi, jika di perhatikan masih banyak sambungan lubang gorong-gorong yang belum di tambal, dan ada sisa material yang dibiarkan terbengkalai” ujar Bambang salah satu pejalan kaki saat melintasi wilayah tersebut.
(Suchafif Nur Rochman)

Leave a Reply