Pasar Papringan Mampu Sedot 3.000 Pengunjung

pasar papringan,
Pasar ”clasik” Papringan di tengah hutan bambu (foto suchafif)

TEMANGGUNG,delikjateng.com – Tahu pasar papringan ? Sebuah pasar unik di areal kebun bambu di Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung.

Letaknya hanya sekitar 10 kilometer arah utara Kota Temanggung. Dari Kota Kecamatan Kedu ke arah utara, dengan jalan sudah beraspal sehingga sangat mudah dijangkau berbagai jenis kendaraan.

Keunikan dari pasar ini terletak di bawah re rimbunan bambu. Psra pedagang menggelar dagangan ala kadarnya, tanpa ada terpal atau pembatas seperti pasar biasanya.

Pengunjung tempat ini juga tak tanggung-tanggung, sekali gelaran mencapai 2.500-3.000 orang dari berbagai luar daerah. “Inspirasinya sangat bagus, tempatnya juga bersih, pasar seperti ini sangat cocok untuk refreshing keluarga” ujar Bastian, pengunjung dari Jakarta.

Pasar ini menyajikan berbagai macam kuliner olahan khas jawa.
Umumnya makanan yang di sajikan di sini sudah jarang di temui di pasar-pasar lainnya.

Dan makanannya sehat, karena tanpa micin atau pengawet, yang di sajikan tidak kalah rasa. Selain itu juga di sajikan berbagai kerajinan dari bambu yang memiliki nilai jual tinggi

Pendiri pasar unik berasal dari komunitas mata air terdiri dari pemuda setempat. Swalnya ter inspirasi dari pasar di kandangan, dengan tujuan didirikan pasar ini untuk konservasi pelestarian alam.

Pendiri pasar unik papringan, Imam Abdul Rofik (29) mengatakan, sebenarnys sekarang masih dalam proses pengembangan. Ke depannya agar bisa di per luas area untuk menggali potensi masyarakat agar ekonomi masyarakat dapat bertambah

“Kita buat pasar ini supaya ekonomi masyarakat naik dan juga kelestarian bambu terjaga” tambahnya.

Untuk berbelanja, pengunjung di haruskan membayar menggunakan kepingan Pring (bambu) khusus. Untuk mendapatkan pring tersebut telah di sediakan tempat penukaran uang dengan kepingan pring senilai Rp 2000/keping.

Omset yang di raup pasar ini lumayan besar, mencapai 45 juta sekali gelaran mulai dari jam 06.00-12.00 WIB. Pasar ini tidak buka setiap hari, melainkan hanya di hari Minggu Pon dan Minggu Wage saja.(suchafif nur rohman)

Leave a Reply