Ditemukan Ribuan Jentik Nyamuk di Rumdin Bupati

TEMANGGUNG,delikjateng.com – Rumah dinas Bupati Temanggung, Al Khadziq, ternyata menjadi sarang ribuan jentik nyamuk. Sementara itu dilaporkan seorang warga, Luhur (28) warga Margorejo Kecamatan Temanggung meninggal diduga akibat serangan demam berdarah dengue (DBD) setelah beberapa saat dirawat di sebuah Rumah Sakit swasta di Yogyakarta.

Temuan ribuan jentik nyamuk di rumah dinas bupati saat Petugas Dinas Kesehatan dan Saka Bhakti Husada melakukan ‘Grebek Jentik’ pada Rabu (6/2/2019). Antara lain di pot tanamanm, kolam, sela-sela akar pohon ayoman, dedaunan, kubangan air, serta tempat penampungan air dan sampah.

Kepala Bidang Penanganan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Temanggung dr Taryumi mengatakan, pemberantasan nyamuk di Rumah Dinas Bupati karena sebelumnya menerima masukan dari masyarakay. Kegiatan serupa akan dirutinkan di tempat lain.

Di Temanggung pada Januari terdapat 36 kasus Demam Dengue, dan 28 kasus Demem Berdarah Dengue (DBD) yang tersebar di 19 kecamatan. Kecamatan yang belum ada kasus di Tretep. Sedangkan sebagian besar di Kecamatan Temanggung.

“Tahun lalu pada periode yang sama terdapat 23 kasus DBD dan 16 DD,” katanya.

Suhu yang lebih hangat dibanding tahun lalu membuat nyamuk mudah berkembang biak bahkan di kecamatan yang selama ini dingin dan tidak ada temuan DBD. Tetapi bisa jadi karena penderita tertular di luar daerah saat bepergian.

Dalam hal ini diperlukan kesadaran masyarakat untuk menjadi juru pemantau jentik (jumantik). Setidaknya ada menjadi jumantik di rumah sendiri, sehingga setelah rumah bebas jentik dapat meluas ke lingkungan.

Sementara itu terkait meninggalnya Luhur (28), Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung masih menelusuri kasus kematian itu. Jika akibat DBD maka itu merupakan kasus pertama di awal tahun 2019.

“Kami masih menyelidiki kasus itu, sebab penderita itu juga mengalami sakit tumor otak,” kata Kasi Penanggulangan Wabah dan KLB Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Sri Hartati, beberapa waktu lalu.

Luhur sempat dirawat beberapa hari di RSUD Temanggung, untuk selanjutnya dirujuk ke RS JIH Yogyakarta. Deteksi awal memang menyerupai DBD tetapi berdasar pemeriksaan dokter, ia juga menderita tumor otak. ” Sehingga kami harus hati-hati, jika betul karena DBD maka ini kasus pertama di 2019,” katanya.

(nt)

Leave a Reply