Balita Korban Penganiayaan

Tersangka diperiksa polisi delikjateng
Tersangka diperiksa polisi (foto suchafif)

TEMANGGUNG, delikjateng.com – Tabiin Baehaqi (39) kini harus berurusan dengan polisi. Pria warga Dusun Brongkol, Desa Purworejo, Temanggung itu menjadi tersangka penganiayaan menyebabkan seorang balita mengalami patah tulang.

Peristiwanya, berawal ketika anak Tabin menangis akibat bertengkar saat bermain dengan temannya, Arjuna Wahyu Oktafian (3). Saat mendengar anaknya menangis, pelaku langsung berlari mendekat kemudian menggendong anaknya.

Sambil menggendong anaknya, pelaku menendang Arjuna. Yang pertama koban berhasil menghindar, kemudian pelaku kembali menendang mengenai kaki korban hingga saat itu korban terjatuh dan menagis.

Orang tua Arjuna yang sedang mengikuti arisan ibu-ibu, langsung menghampiri begitu mendengar suata tangisan. Ternyata kakinya terluka langsung dilarikan ke RSUD Temanggung. Setelah diperiksa korban mengalami patah kaki kiri.

Pengakuan pelaku, tindakan itu terjadi karena reflex dirinya sendiri yang tidak terkontrol. ” Saya sudah berusaha meminta maaf sama pihak keluarga mediasi berkali-kali, tapi saya juga maklum dan menyadari kalau belum bisa memaafkan saya, dan saya menyesal sekali dan merasa sangat bersalah” katanya

Kasubbag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti mengatakan, tersangka melakukan tindak kekerasan terhadap anak, dengan cara menendang sehingga anak tersebut mengalami patah tulang dan di bawa ke rumah sakit

Atas tindakan itu tersangka dikenakan pasal tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur, sebagai mana di maksud dalam pasal 76 C Jo pasal 80 Undang-Undanf Nomor 17 Tahun 2016 tenatang penetapan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang peubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perllindungan anak. Pelaku diancam dengan hukkuman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banya Rp. 100.000.000

(Suchafif Nur Rochman)

Leave a Reply