Jelang Hari Raya Qurban, Warga Tuntut Irigasi Waduk Wadaslintang Dibuka

Waduk Wadaslintang
Waduk Wadaslintang

KEBUMEN, delikjateng.com – Masyarakat di beberapa desa sekitar Waduk Wadaslintang, Kabupaten Kebumen, menuntut agar aliran air waduk ke jalur irigasi dibuka kembali. Sebab penghentian aliran ke irigasi menyebabkan keringnya sumur-sumur mereka.

Kondisi itu sangat mencemaskan warga yang akan melaksanakan kegiatan pemotongan hewan kurban. Warga beralasan bahwa mereka membutuhkan air dalam jumlah banyak saat Idul Adha 2017.

” Kami minta pemerintah membuka saluran, agat sumur sudah terisi air kembali saat hari H Idul Adha. Karena untuk keperluan pengelolaan hewan kurban sampai pembersihan sisa-sisa pemotongannya, sangat membutuhkan air dalam jumlah banyak,” kata sejumlah warga.

Penghentian aliran air Waduk Wadaslintang ke saluran irigasi sejak 1 Agustus 2017 lalu, selain menjadikan air irigasi mengering, juga berdampak pada sumur-sumur warga, khususnya yang berada di dekat saluran irigasi.

Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Supangat SSos melalui Staf Operasional dan Pemeliharaan Irigasi DPUPR Kebumen, Suwarso, saat dihubungi wartawan membenarkan adanya tuntutan warga itu.

” Warga beberapa desa di Kecamatan Kebumen, Kutowinangun dan Prembun yang menghendaki dialirkannya kembali air waduk selama beberapa hari sejak H – 1 hingga sesudah Idul Adha 2017,” kata Suwarso.

Menurut Suwarso, guna memenuhi tuntutan warga tersebut, DPUPR Kebumen bersama dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Progo Bogowonto Luk Ulo (Probolo) Jawa Tengah, tengah membicarakan rencana pengaliran air Waduk Wadaslintang menjelang dan sesudah Idul Adha 2017.

“Direncanakan, sejak 31 Agustus sampai 7 September 2017 air waduk akan dialirkan. Namun pengalirannya hanya sampai di saluran sekunder saja,” ujarnya.

Sedangkan saluran tersier tetap dikeringkan agar tak mengganggu tanaman palawija milik petani.

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan