Gubernur Terima Laporan SKTM Palsu

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Liputan Tim Biro Semarang

SEMARANG, delikjateng.com -Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengaku mendapat laporan penggunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) palsu agar kuota 20 % siswa miskin pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2017.

Jika itu memang benar terjadi, maka calon siswa justru akan dicoret dari daftar, dan orang tua bisa berurusan dengan hukum terkait SKTM palsu. ” Ketentuannya seperti itu,” kata gubernur kepada wartawan Rabu (14/6).

Menurut gubernur, Peraturaan Menteri Pendidikan menyebutkan setiap sekolahan harus memberikan kuota 20% untuk siswa miksin atau tidak mampu dengan syarat SKTM dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Namun terkait kuota tersebut ternyata dis mendapat beberapa keluhan.

“Komplain yang banyak masuk soal kuota 20% (untuk siswa tidak mampu). Itu pelaksanaan Permendikbud nomor 17 tahun 2017. Memang memerintahkan minimal 20%,” kata Ganjar.

“Hari ini banyak komplain dikarenakan ada oknum yang merasa miskin sehingga cari-cari SKTM. Dari Pemerintah menjelaskan kalau ada seperti itu, dicoret. Penegak hukum juga ikut, karena berarti ada pemalsuan, ya masuknya pidana,” tandas Ganjar.

Ditekankan agar dalam PPDB bisa bersikap jujur dan ikuti aturan. Termasuk para pejabat yang memiliki anak usia sekolah agar tidak ‘menitipkan’ anaknya agar bisa masuk sekolah pilihannya.

“Banyak yang telepon saya minta tolong, ya saya tidak bisa karena ini online. Kalau saya mau bantu, saya harus menambahkan poin. Ini bisa pidana. Gubernur malu, kepala sekolah malu, anaknya di sekolah bisa dibully teman-temannya, dan orang tua juga malu,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Gatot Bambang Hastowo, membenarkan ada informasi seperti itu. Jika ditemukan kasus seperti itu, dipastikan siswa akan dikeluarkan.

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan