Drs Fadholi, M.I.Kom., Sosialisasikan Nilai/ Peran Tokoh Masyarakat dan Pemuda

Semarang, delikjateng.com- Partisipasi masyarakat dalam pembangunan agak terasa di wilayah pedesaan, dimana rasa kekeluargaan dan gotong royong yang masih terjaga dan terpelihara, namun tidak demikian bagi wilayah perkotaan.

Hal ini dapat disebabkan adanya perbedaan antara desa dan kota, dimana masyarakat kota yang heterogen sulit untuk berbaur dalam proses asimilasi budaya, sehingga ada kelompok masyarakat yang membawa budaya gotong royong dari daerah asalnya, tetapi tidak didukung oleh kelompok masyarakat yang lain, sehingga lama-kelamaan hal ini dapat menumbuhkan sikap apatis di masyarakat dalam memprakarsai dan berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan.

Hal tersebut dikatakan Anggota MPR RI dari Fraksi Nasdem, Drs Fadholi, M.I.Kom., pada acara Sosialisasi Nilai Kebangsaan dengan tema”Optimalisasi Peran Tokoh Masyarakat dan Pemuda untuk Mengamalkan Pancasila” di Kantor Joglo Kembar Pabelan, Semarang baru- baru ini.

Fadholi mengatakan, bahwa, partisipasi masyarakat perkotaan dalam pembangunan, dapat ditingkatkan melalui penguatan kapasitas para tokoh-tokoh masyarakat yang ada melalui pengaruh yang diberikan, namun sayangnya tokoh-tokoh masyarakat sendiripun belum memainkan peran yang maksimal dalam kegiatan mempengaruhi masyarakat untuk berpartisipasi.

Tokoh masyarakat cenderung mempunyai kedekatan ikatan emosional dengan masyarakat, maka untuk mengakomodir berbagai gagasan-gagasan untuk kepentingan masyarakat, tokoh masyarakat diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat tersebut.

“Keberadaan tokoh masyarakat, cenderung masih terikat oleh nilai-nilai lama, yakni tradisi dan ikatan kulturalnya. Kekuatan tokoh memang masih bertumpu pada ikatan primordial, khususnya ikatan keluarga (famili) dan kesukuan,”kata Fadholi.

Menurut Fadholi, seiring dengan berlakunya kebijakan desentralisasi, kecenderungan tokoh masyarakat kemudian tidak lagi menjadi sebagai alat legitimasi pemerintah pusat tetapi tokoh masyarakat, kini lebih cenderung melihat ruang perpolitikan secara pragmatis.

Namun, perebutan kekuasaan ditingkat lokal kini menciptakan
kembali ruang-ruang konflik yang tajam serta memicu pula munculnya etnosentrisme dan ego kedaerahan yang berlebihan.

“Di sejumlah kelurahan peran tokoh masyarakat belum seperti yang diharapkan dalam mempengaruhi masyarakat agar dapat meningkatkan partisipasinya dalam pembangunan yang ada di kelurahan,”ujar Fadholi.

Indikasi dari permasalahan tersebut diatas adalah: pertama, kualitas rekam jejak tokoh masyarakat masih belum menunjukkan kepemimpinan yang universal, dimana tokoh masyarakat masih lebih cenderung dipengaruhi oleh ikatan-ikatan primordialnya.

Adapun tokoh masyarakat yang dimaksud seperti tokoh adat,
tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh intelektual. Kedua, tokoh masyarakat yang ada dikelurahan duasudara terkesan kurang aktif dan perduli menyikapi permasalahan yang ada di wilayah kelurahan, terlebih khusus permasalahan pembangunan, seperti prasarana air bersih, jalan setapak, tempat penampungan sampah, dan saluran air.

Ketiga, tokoh masyarakat lebih cenderung memilih untuk
menunggu proyek pembangunan yang datang dari pemerintah kota, tanpa ada inisiatif untuk mengkoordinasikan dengan pemerintah kelurahan, dan menggerakkan, memotivasi masyarakat agar berpartisipasi aktif memperbaiki, atau membangun sarana dan prasarana publik yang ada di wilayah kelurahan.

Keempat, masih rendahnya rasa memiliki dan rasa bertanggung jawab dari tokoh masyarakat yang ada, kecenderungan tokoh masyarakat lebih kepada kelompok/golongan yang terikat primordial, seperti satu suku, satu agama, satu profesi.

“Hal tersebut di atas disebabkan karena faktor etnisitas, atau pun kekerabatan yang masih amat kental pada perilaku tokoh masyarakat, sehingga keberadaan tokoh masyarakat dengan model tersebut, dapat menghambat proses peningkatan partisipasi masyarakat. Sehingga, jika hal tersebut diarahkan untuk kepentingan pembangunan, maka hal tersebut dapat menjadi kekuatan/modal bagi pelaksanaan pembangunan partisipatif,”pungkas Fadholi.(Tim)

Leave a Reply