Ditetapkan 7 Tersangka Tindak Kekerasan Wartawan Metro TV

ilustrasi kekerasan
ilustrasi kekerasan

PURWOKERTO, delikjateng.com – Tiga oknum anggota Satpol PP dan empat polisi ditetapkan menjadi tersangka aksi kekerasan terhadap wartawan Metro TV, Darbe Tyas. Umumnya mereka mengaku tidak mengetahui korban penganiayaan adalah wartawan.

Tiga tersangka yang merupakan oknum Satpol PP Kabupaten Banyumas itu masing-masing ES, HC, dan YA. Sedangkan empat oknum polisi yang telah ditetapkan sebagai tersangka berinisial Aiptu AS, Bripda GP, Bripda HD, dan Bripda AYA.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Banyumas, AKP Djunaidi menjelaskan, ke tiga oknum Satpol PP sebagai tersangka sehubungan dengan pemukulan terhadap Darbe Tyas.
Salah seorang oknum Satpol PP tersebut yakni ES, merupakan pegawai negeri sipil (PNS). Sedangkan dua orang lainnya merupakan tenaga non-PNS.

Ketiga oknum Satpol PP tersebut bakal dijerat Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Pasal 351 KUHP, dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara. Mereka berperan ada yang mendorong dan ada yang menyeret.

” Tetapi berdasarkan keterangan mereka, bahwa mereka tidak tahu bahwa korban adalah wartawan,” katanya.

Setidaknya ada tiga hal yang menjadi dasar penetapan tersangka tersebut, yakni keterangan dari lebih kurang sembilan orang saksi, keterangan ahli berupa “visum et repertum”, dan surat penetapan beberapa barang bukti yang dimintakan ke Pengadilan Negeri Purwokerto. Barang bukti tersebut di antaranya video, foto, baju, kamera, dan lain-lain.

Sedangkan empat tersangka lainnya anggota Polres Banyumas, hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Jawa Tengah di Semarang. “Nanti setelah selesai diperiksa Propam, akan kami periksa di sini untuk masalah pidananya,” jelas Djunaidi.

Sementara itu Kepala Satpol PP Kabupaten Banyumas, Imam Pamungkas mengatakan, telah melakukan pemeriksaan internal terhadap personel Satpol PP yang non-PNS. Karena pemeriksaan personel yang PNS telah diambil alih oleh Inspektorat atas perintah Bupati Banyumas.

Imam menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan yang menjadi korban dalam pembubaran paksa aksi unjuk rasa penolakan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Baturraden di Alun-Alun Purwokerto itu. Ia mengharapkan tindak kekerasan yang dialami wartawan Metro TV, Darbe Tyas, menjadi yang pertama dan terakhir di Banyumas.

Leave a Reply