Apel Kebangsaan Jateng Diklaim Untuk Persatuan Indonesia

Apel Kebangsaan Jateng

SEMARANG,delikjateng.com -Gebyar Penyelenggaraan Apel Kebangsaan Merah Putih yang dihelat Pemerintah Propinsi Jawa Tengah, diklaim untuk semakin mempererat Persaudaraan dan Persatuan bagi Indonesia. Kegiatan ini disinyalir menguras Uang Rakyat mencapai Rp 18 Miliaran, berlangsung di Kawasan Simpanglima Semarang, Minggu (17/3).

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan, acara Apel Kebangsaan Merah Putih ini merupakan suara persaudaraan dan persatuan yang dikirim dari Jawa Tengah untuk Indonesia.
“Pesannya adalah pesan persatuan dan kesatuan Pesan perdamaian. Pesannya adalah pesan anti-hoaks,” katanya.

Dia berpesan agar seluruh masyarakat menjaga akal sehat dan kebersihan hati. Karena bermodal itu, upaya memecah belah bangsa mampu diatasi dan kemajuan bangsa Indonesia bisa diraih.

“Gunakan akal sehat kita, gunakan pikiran kita. Gunakan kejernihan hati kita. Ingat mulutmu harimaumu, jarimu bisa jadi harimaumu. Mari kita jaga apapun perbedaannya kita mesti harus bersatu. Ini yang kita mau apel Kebangsaan ini untuk mengingatkan kita semua Republik ini lahir karena berdarah-darah mari kita jaga, jangan sampai terpecah karena fitnah,” katanya.

Sementara itu Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof Mahfud MD mengatakan, kegiatan Apel Kebangsaan ini sangat bagus. Menurutnya, bagaimanapun dan apapun caranya, semua harus dilakukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Pemilu sekalipun, itu koridornya jangan merusak ikatan bangsa. Anda boleh milih siapapun, tapi satu hal, jangan rusak ikatan kebangsaan. Rugi semua nanti,” tegasnya.

Upaya menjaga keutuhan NKRI lanjut dia sangat penting. Semua langkah dan upaya bisa dilakukan, bisa seperti yang dilakukan Pemerintah Propinsi Jateng saat ini, yakni dengan Apel Kebangsaan, sholawatan, mujahadah dan doa bersama.

“Semua harus dilakukan, agar bangsa ini selamat. Tidak ada dalil apapun yang membantah bahwa menjaga kebangsaan itu penting baik menurut konstitusi maupun secara agama. Maka dari itu, menjaga NKRI, UUD 45, Pancasila dan Merah Putih itu penting. Titik!,” pungkasnya.

Sedangkan Habib Luthfi bin Yahya dalam orasinya mengatakan, bangsa Indonesia harus bangga memiliki Merah Putih. Karena di dalamnya, memiliki tiga hal, yakni sebagai kehormatan bangsa, harga diri bangsa dan jatidiri bangsa.
“Dari dulu, merah putih tidak akan berubah meski dilekang oleh zaman. Kalau sudah kumpul seperti ini dan berkomitmen untuk menjaga NKRI, menjaga Pancasila, menjaga Merah Putih, maka Indonesia akan tetap jaya,” pungkasnya.

Selain Prof Mahfud MD dan Habib Luthfi, sejumlah tokoh nasional lain juga menyampaikan orasi kebangsaan diantaranya KH Maimoen Zubair, Gus Muwafiq.

Ditempat terpisah, Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi ( GNPK) Jawa Tengah, HR Mastur berpendapat Kegiatan Apel Kebangsaan.yang diduga menelan Uang Rp 18 Miliaran ini harus dipertanyakan,.apakah sudah pas peruntukkannya sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

” Apel menjaga persatuan dan kesatuan, itu baik. Namun jika hal ini justru memakai Uang Rakyat , itu yang disayangkan. Uang Rakyat dihambur-hamburkan, mestinya bisa digunakan.untuk kegiatan lainnya yang lebih bermanfaat bagi Rakyat,” ujarnya.

Mastur berencana akan meminta Klarifikasi kepada Gubernur Jawa Tengah atas kegiatan Apel Kebangsaan ini. ” Dalam waktu dekat, Kami akan mengklarifikasi anggaran yang digunakan untuk Apel Kebangsaan ini, karena pengelolaan.keuangan Negara sudah ada aturannya,”‘tandasnya.

(rd)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan