BLOROK BERGOLAK LAGI

LSM GMBI Kecamatan Brangsong

Kendal, delikjateng.com. Akibat dari adanya rencana Penambangan Galian C berkedok perumahan, membuat Masyarakat Desa Blorok Kendal Jawa Tengah terpecah menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang pro dan kelompok yang kontra terhadap rencana proyek tersebut, seperti hari ini ada 2 Petugas dari Inspektorat Pemerintah Kabupaten Kendal lewat Kepala Desa Blorok Mengundang Masyarakat yang kontra untuk bertemu di Balai Desa Blorok, Selasa, (20/08/19).

Dalam pertemuan yang tidak melibatkan Forkompimcam Kecamatan Brangsong tersebut Pihak Inspektorat sebetulnya mengundang 7 orang, namun yang datang hanya 4 orang, Kedatangan dari Inspektorat itu hanya menindak lanjuti surat yang dikirim oleh Perwakilan Masyarakat yang kontra ke Kantornya.

“Bapak Pimpinan memerintahkan kepada Kami untuk menindak lanjuti surat yang dikirim ke inspektorat”, Kata Bambang salah satu Petugas Inspektorat ketika delikjateng.com mendesak maksud dan tujuan memanggil masyarakat yang kontra galian C.

Suasan pertemuan Perwakilan Masyarakat Blorok dengan Pemerintah Desa

Seusai dua petugas pulang, perwakilan Masyarakat Blorok yang dikawal Oleh Ketua LSM GNBI Kecamatan Brangsong, Aries, Melanjutkan diskusi dengan Pihak Desa yang di wakili Oleh Sekdes dan Kaur Kesra, dalam diskusi tersebut, Jauhari perwakilan dari warģa menyampaikan keluh kesah dan kekecewaan yang mendalam kepada Pemerintah Desa Blorok.

Diantara keluh kesah yang disampaikanya, Bahwa Masyarakat tidak pernah sama sekali diajak bermusyawarah terkait rencana adanya galian C maupun perumahan itu, Sehingga surat ijin yang dikeluarkan oleh pihak Desa cacat Hukum karena proses dikeluarkan ijin dari Desa tersebut tidak melalui Musayawarah Desa (Musdes).

“Kami akan menindak lanjuti sesuai hasil yang dituangkan dalam berita acara yang sudah dibuat”, kata mantan Ketua PAC PKB Brangsong tersebut.

Jauhari juga menambahkan keteranganya bahwa pasti ada rekayasa dalam proses terbit nya Berita Acara Kesepakatan.

“Bagaimana mungkin tidak ada rekayasa, masak Berita Acara kesepakatanya ditanda tangani tanggal 17 mei 2019 sedangkan sosialisasinya baru dilakukan tanggal 24 mei 2019, dimana-mana itu ya sosialisasi dulu baru diambil kesepakan”, terang jauhari dengan jengkel.

Senada dengan Jauhari, Perwakilan dari LSM GMBI Desa Blorok, Zaeni Abdul Santo, juga sangat menyayangkan kondisi Masyarakat Blorok sekarang ini yang terus bergolak, Hal itu terjadi sejak ada kabar adanya Penambangan Galian C yang berkedok Perumahan ini.

“Adanya rencana galian C berkedok Perumahan ini diawalai dengan adanya proses perijinan yang salah, Sebagai bukti dengan membangun jembatan tanpa ijin, Pembuatan gotong-gorong yang justru menutupi saluran air, dan masih banyak pelanggaran-pelanggaran lainya”, Terang Zaeni yang juga anak mantan Kepala Desa Blorok dengan ketus.

(A. Khozin)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan