Sorotan Pekan Ini: Ditemukan Bangunan Liar Pada Jalur Pipa Pertamina

Pemasangan penanda jalur pipa Pertamina
Pemasangan penanda jalur pipa Pertamina

CILACAP,delikjateng.com – PT Pertamina (Persero) melakukan infentarisadi dan menertibkan area di sepanjang jalur pipa CY secara bertahap. Tindakan itu dilakukan karena di beberapa ruas jalur ditemukan adanya bangunan yang didirikan tanpa izin.

” Itu sangat berbahaya. Oleh karenanya, di atas pipa tersebut tidak diperbolehkan didirikan bangunan,” kata Muslim Dharmawan, PJS Area Manager Communication and Relation Jawa Bagian Tengah PT Pertamina (Persero)

Selama ini dibeberapa ruas ditemukan adanya bangunan yang didirikan tanpa izin. Misalnya di Kelurahan Panjer, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, terdapat bangunan di `Right of Way `(hak lintas) jalur pipa, sehingga perlu dilakukan pengembalian batas dan pengosongan lahan seperti di Maos-Sampang, Cilacap.

Penertiban area jalur pipa itu tujuannya mengedepankan aspek keamanan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM), melalui jalur pipa Cilacap-Yogyakarta. ” Ini merupakan salah satu tugas PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan energi Indonesia, yaitu mendistribusikan BBM ke seluruh wilayah Indonesia melakukan beragam cara untuk dapat memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Pendistribusian di Jawa Tengah, selain menggunakan mobil AMT dan kereta RTW melalui jalur darat dan kapal tanker ke seberang pulau, jalur pipa sudah dijadikan sebagai salah satu strategi pendistribusian BBM.

Pipa pendistribusian BBM di Jawa Tengah khususnya jalur Cilacap-Yogyakarta (CY) terdiri atas dua jalur, yaitu CY 1 dan CY 2. Sedang CY 1 dioperasikan pada tahun 1974 sedangkan CY 2 dioperasikan pada tahun 1985.

Pada tahun 2004, jalur CY 2 diperpanjang hingga Boyolali, sehingga total panjang pipa jalur CY 2 mencapai 280-an kilometer.

Pipa CY ditanam di tanah milik Pertamina serta telah diberikan rambu-rambu penanda dan peringatan akan bahaya jalur tersebut, yang disebabkan tekanan maupun isi pipa termasuk barang yang mudah terbakar. “Oleh karenanya, di atas pipa tersebut tidak diperbolehkan didirikan bangunan,” katanya.

Tim dari PT Pertamina (Persero) telah meninjau lokasi dan melakukan pendaftaran pengukuran batas lahan ke Kantor Pertanahan Kebumen. Selain itu dilakukan pengukuran batas lahan bersama Kantor Pertanahan Kebumen.

” Juga sosialisasi ke Kantor Kelurahan Panjer dan warga yang jadi penghuni tanpa hak. Kantor Pertanahan Kebumen telah menentukan hasil pengukuran lahan jalur pipa dan ke lokasi untuk ditandai batas lahan,” kata Muslim.

Saat meninjau lokasi, tim dari Pertamina sudah menginformasikan ke warga khususnya yang merupakan kategori penghuni tanpa hak, untuk menaati ketentuan lahan jalur pipa guna penambahan pipa baru dan pemeliharaan pipa. Warga diminta untuk melakukan pengembalian batas dan pengosongan lahan serta menentukan batas lahan berdasarkan hasil ukur Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui Kantor Pertanahan Kebumen.

“Setelah dilakukan pengosongan terhadap lahan Pertamina, guna menjaga aset Pertamina serta untuk terus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat, selanjutnya kami buatkan jalan setapak sesuai lebar lahan jalur pipa, untuk petugas patroli jalur pipa Pertamina dan bisa dipergunakan pejalan kaki oleh warga setempat,” katanya.

Tinggalkan Balasan