Dua Tahun Ibu Muda Konsumsi Narkoba

Petugas Sita Barang bukti tersangka
Petugas Sita Barang bukti tersangka

PURWOKERTO (Delik Jateng)- Seorang ibu muda yang beberapa waktu diringkus polisi, Ny. Tn (26), mengaku sudah mengkonsumi narkoba selama dua tahun belakangan. Hal itu terungkap saat press release di Mapolres Banyumas beberapa waktu lalu.

Kapolres Banyumas, AKBP Azis Andriansyah SH SIK MHum mengatakan, Titi diringkus saat dia sedang berbelanja di sebuah toko modern. Sebelumnya, polisi sudah menguntit tersangka sejak membeli pipet kaca di sebuah apotek.

“Petugas curiga ketika mendapati tersangka membeli pipet kaca di apotik, selanjutnya petugas melakukan penyelidikan. Saat berada di sebuah mini market, petugas melakukan penggledahan,” ujarnya.

Ketika diminta menunjukkan identitas, tersangka tidak dapat menunjukkan. Usai mengambil tas di dalam mobil, petugas meminta tersangka membuka isi tas tersebut.

“Di dalam tas terdapat lipatan tisu, saat dibuka oleh tersangka ternyata ada plastik transparan berisi serbuk kristal. Serbuk tersebut diduga shabu, saat ini sedang diteliti di lab,” ungkap Kapolres.

Sayangnya, seorang pria yang berada di dalam mobil dengan tersangka, berhasil melarikan diri. Sejauh ini, tersangka masih enggan mengungkap identitas pria tersebut.

“Yang jelas bukan suaminya. Identitas pria tersebut masih diselidiki. Tersangka sendiri belum mau mengungkap identitas pria yang mengantarkannya membeli shabu,” jelas Kapolres.

Kepada penyidik, tersangka mengaku membeli shabu tersebut secara langsung di Kebumen. Tersangka membeli sebesar Rp 2 juta dan mendapat 2 gram.

“Dalam perjalanan, sebagian sudah dikonsumsi dengan pria yang melarikan diri. Tersangka mengaku shabu itu untuk dikonsumsi sendiri, bukan untuk dijual kembali,” ungkapnya.

Ny.Tn yang merupakan warga Perum Pamujan, Teluk Purwokerto Selatan, diamankan berikut sejumlah barang bukti Minggu (23/4) lalu, di antaranya satu kantong plastik diduga berisi Sabhu berat 1,42 gram, tas cangklong warna hitam, HP blackberry dan satu unit tablet merk Advance.

Tersangka diancam dengan pidana primair Pasal 112 ayat (1) Subsidair Pasal 127 ayat (1) huruf a, UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara itu Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga terus memerangi penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Terakhir berhasil meringkus satu tersangka pengedar sabu (methampethamine), Tikno (32), warga salah satu wilayah di Kabupaten Pemalang.

Kepala BNNK Purbalingga Bagus Wicaksono menjelaskan, sebanyak lima paket sabu dengan berat 0,87 gram berhasil diamankan petugas. Selain itu juga diamankan satu buah ponsel android, uang tunai Rp 400 ribu, dan selembar kertas bertuliskan nomor rekening seseorang.

Bagus mengatakan, penangkapan berawal ketika call center BNNK Purbalingga menerima informasi akan ada transaksi narkoba di ruas Jalan Purbalingga-Pemalang. Bersama tim, petugas mulai turun ke lapangan. Tepat di depan salah satu toko besi di Bobotsari, tersangka berhasil diamankan.

“Kami masih selidiki kepemilikan nomor rekening dan jaringan lainnya dari tersangka. Dibutuhkan waktu untuk mengungkap jaringan yang biasanya sangat rapi. Tersangka saja transaksinya sistem tertutup dan belum pernah bertatap muka dengan pemberi sabu,” paparnya.

Kepada Radarmas, tersangka mengaku sudah dua kali melakukan tindak kejahatan yang sama. Konsumennya rata-rata orang dewasa dan dia hanya mengambil keuntungan per paket Rp 100 ribu. “Saya juga tidak tahu asal barang. Yang jelas saya tinggal menerima dan barang saya bawa sesuai pesanan,” ungkapnya dihadapan polisi.

Pria gempal ini juga mengaku mengedarkan narkoba karena persoalan ekonomi. Bahkan dia mengaku tidak mengonsumsi barang haram tersebut.

Kasi Pemberantasan BNNK Purbalingga Kompol Dwi Budiyanto mengatakan, saat ini penangkapan masih dikembangkan. Besar kemungkinan yang sudah tersangkap masih memiliki jaringan. “Karena pemeriksaan negatif, maka tersangka kita jerat dengan ancaman pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkoba,” tuturnya.

Hingga April,  BNNK Purbalingga baru menangani satu kasus. Tahun lalu sebanyak enam kasus terselesaikan.

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan